Pemkot Solo Luncurkan Program GEMAS untuk Hapus Stigma Pelajaran Hafalan, Ribuan Siswa SMP Ditargetkan Melek Sejarah Lokal

Penulis: Vino Bastian  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:14 WIB
Pemkot Solo meluncurkan Program GEMAS untuk memperkenalkan sejarah lokal secara interaktif kepada ribuan siswa SMP.

SOLO — Stigma bahwa pelajaran sejarah hanya sekadar hafalan nama dan tanggal mulai dihapus di Kota Solo. Pemkot setempat meluncurkan Program GEMAS (Gerakan Cinta Sejarah Masuk Sekolah) yang menargetkan ribuan siswa SMP untuk mengenal sejarah lokal dengan cara yang lebih modern dan menyenangkan.

Alih-alih membeberkan deretan tahun peristiwa, program ini mengandalkan pendekatan digital yang interaktif. Materi sejarah dikemas dalam format yang lebih cair, seperti video pendek, infografis, dan kuis daring yang bisa diakses lewat gawai siswa.

Mengapa Pendekatan Digital Dipilih untuk Pelajaran Sejarah?

Pemkot Solo menilai metode konvensional selama ini membuat siswa enggan mendalami sejarah daerahnya sendiri. Dengan pendekatan digital, konten sejarah diharapkan bisa lebih mudah dicerna dan relevan dengan keseharian remaja yang akrab dengan ponsel pintar.

“Kami ingin sejarah tidak lagi menjadi momok yang membosankan. Lewat GEMAS, siswa bisa belajar sambil bermain dan berkompetisi,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan Kota Solo dalam keterangannya, Senin lalu.

Target: Ribuan Siswa SMP di Seluruh Solo

Program GEMAS menyasar seluruh siswa SMP di Kota Solo, baik negeri maupun swasta. Materi yang disajikan tidak hanya mencakup sejarah nasional, tetapi juga sejarah lokal Solo, seperti asal-usul nama kampung, kisah tokoh budaya, hingga peristiwa penting yang membentuk wajah kota saat ini.

Setiap sekolah akan mendapatkan akses ke platform digital khusus yang berisi modul-modul interaktif. Guru juga dibekali pelatihan agar bisa memandu diskusi di kelas, bukan sekadar menyuruh siswa menghafal.

Lebih dari Sekadar Angka: Membangun Identitas Generasi Muda

Di balik target ribuan siswa, program ini memiliki misi yang lebih besar: menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota. Pemkot Solo berharap generasi muda tidak buta dengan akar budayanya sendiri di tengah derasnya arus informasi global.

“Kalau anak-anak tidak kenal sejarah kotanya, mereka akan mudah tercerabut dari identitas. GEMAS ini investasi jangka panjang untuk karakter,” tambahnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Solo untuk mereformasi metode pembelajaran di era digital. Ke depan, materi sejarah lokal juga akan dikaitkan dengan objek-objek wisata dan cagar budaya di Solo, sehingga siswa bisa belajar langsung di lapangan.

Dengan GEMAS, Pemkot Solo berharap muncul generasi baru yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bangga menjadi bagian dari sejarah kota yang terus berjalan.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top