BLORA — Dari total 295 desa dan kelurahan di Blora, sebanyak 223 KDKMP sudah terbentuk dan 62 titik lainnya masih dalam proses pembangunan. Peluncuran 55 koperasi terbaru ini dipusatkan di KDKMP Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, dan dihadiri langsung oleh Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael serta jajaran Forkopimda setempat.
Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa keberadaan koperasi ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, KDKMP dirancang menjadi pilar penguat sektor pangan, pertanian, dan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Bupati Arief menyebut kehadiran Danrem 073/Makutarama di Desa Trembulrejo merupakan suntikan motivasi besar bagi pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa sinergi dengan jajaran TNI selama ini sudah terbukti nyata, baik dalam pendampingan ketahanan pangan maupun pembinaan masyarakat.
“Kehadiran Komandan di KDKMP Trembulrejo ini merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus suntikan motivasi yang luar biasa bagi kami dalam menyukseskan program ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan melalui koperasi,” ujar Arief.
KDKMP di Blora tidak hanya bergerak di simpan pinjam. Koperasi ini difokuskan sebagai penggerak ekonomi desa yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan nasional. Setiap koperasi didampingi oleh TNI melalui Korem 073/Makutarama dan Kodim 0721/Blora.
Pendampingan itu mencakup akses permodalan, distribusi hasil pertanian, hingga pembinaan manajemen usaha. Harapannya, koperasi bisa menjadi buffer harga dan menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat desa.
Peluncuran 55 KDKMP di Blora merupakan bagian dari peresmian 1.061 koperasi serupa di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung acara nasional tersebut secara virtual.
Di Blora, peresmian diikuti dari KDKMP Desa Trembulrejo. Hadir pula Wakil Bupati Sri Setyorini, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, kepala perangkat daerah, Forkopimcam Ngawen, kepala desa se-Kecamatan Ngawen, serta pimpinan BUMN/BUMD setempat.
Dengan 223 KDKMP yang sudah terbentuk, Pemerintah Kabupaten Blora menargetkan seluruh desa dan kelurahan memiliki koperasi serupa. Masih ada 62 titik yang belum dibangun dan akan menjadi prioritas pada tahap berikutnya.
Bupati Arief optimistis bahwa percepatan pembentukan koperasi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara merata. “Sinergi lintas sektor, termasuk TNI, menjadi kekuatan utama kami,” pungkasnya.