SEMARANG — Banjir yang merendam permukiman di Kecamatan Tugu dan Ngaliyan pada Jumat malam langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kota Semarang. Tidak sampai 12 jam setelah air naik, alat berat sudah dikerahkan ke titik-titik kritis.
Salah satu fokus utama adalah normalisasi Saluran Silayur. Lumpur dan sampah yang menyumbat aliran air menjadi penyebab utama genangan tak kunjung surut di sejumlah kelurahan. Tim dari Dinas Pekerjaan Umum bekerja sejak Sabtu pagi.
"Kami targetkan pembersihan selesai hari ini agar aliran air kembali lancar," kata Kepala Dinas PU Kota Semarang dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5).
Di Kecamatan Ngaliyan, tanggul sungai setempat dilaporkan ambrol sepanjang kurang lebih 10 meter. Air dari sungai langsung meluap ke pemukiman warga yang berada di bantaran. Petugas gabungan dari BPBD dan PU kini menimbun titik jebol dengan karung pasir.
Pemkot Semarang memastikan perbaikan darurat menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) yang sudah disiapkan. Material seperti batu kali dan tanah urug didatangkan dari lokasi penambangan terdekat.
Data sementara dari BPBD Kota Semarang mencatat lebih dari 400 jiwa terdampak banjir. Sebagian memilih mengungsi ke balai desa dan masjid, sementara lainnya bertahan di lantai dua rumah mereka. Logistik berupa makanan siap saji dan air bersih mulai didistribusikan sejak Sabtu pagi.
Ketinggian air di titik terparah mencapai 80 sentimeter. Genangan mulai surut perlahan setelah hujan berhenti sekitar pukul 22.00 WIB.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyebut curah hujan yang turun Jumat malam masuk kategori ekstrem, mencapai 120 milimeter per jam. Kondisi ini diperparah oleh sedimentasi di saluran drainase yang sudah lama tidak dikeruk.
Pemkot berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di dua kecamatan tersebut. Program normalisasi saluran air skala besar direncanakan mulai tahun depan.