ROG Xreal R1 Resmi Meluncur USD 849 Bawa Layar 240Hz dan Dock Gaming

Penulis: Xander Situmorang  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 15:08:08 WIB
ROG Xreal R1 hadir dengan layar Micro-OLED 1080p dan refresh rate 240Hz untuk pengalaman visual yang lebih responsif.

JAWA TENGAH — Kacamata Augmented Reality (AR) terbaru hasil kolaborasi ASUS ROG dan Xreal akhirnya memasuki fase komersial setelah sempat dipamerkan pada ajang CES awal tahun ini. Dibanderol dengan harga USD 849 atau setara Rp14 jutaan, ROG Xreal R1 memposisikan diri sebagai perangkat premium di atas Xreal One Pro yang dijual di angka USD 649 (sekitar Rp10,7 juta). Kenaikan harga ini dibarengi dengan peningkatan spesifikasi teknis yang cukup drastis, terutama pada kecepatan refresh layar dan kelengkapan aksesoris pendukung.

Visual 171 Inci dengan Refresh Rate 240Hz

Peningkatan paling signifikan pada ROG Xreal R1 terletak pada refresh rate yang kini menyentuh angka 240Hz. Spesifikasi ini jauh melampaui standar kacamata AR rata-rata dan sangat krusial bagi pemain game bergenre fast-paced shooter atau balapan yang mengutamakan responsivitas visual. Dari sisi optik, kacamata ini masih menggunakan panel Micro-OLED dengan resolusi 1080p per mata, serupa dengan seri flagship Xreal sebelumnya.

Meskipun belum beranjak ke resolusi 1440p atau 4K, ROG Xreal R1 menawarkan Field of View (FOV) sebesar 57 derajat. Secara teknis, sudut pandang ini mampu memproyeksikan layar virtual berukuran 171 inci jika dilihat dari jarak empat meter. Pengguna mendapatkan sensasi memiliki bioskop pribadi atau monitor gaming raksasa yang tetap tajam meski dalam format portabel.

Dock Khusus untuk Konektivitas Konsol dan PC

Berbeda dengan kacamata AR standar yang biasanya hanya mengandalkan kabel USB-C ke perangkat sumber, ROG Xreal R1 menyertakan sebuah dock khusus dalam paket penjualannya. Kehadiran dock ini memecahkan masalah kompatibilitas pada perangkat yang memiliki protokol output video yang lebih rumit. Dengan dock ini, pengguna bisa menghubungkan berbagai konsol gaming, termasuk kemungkinan dukungan untuk Nintendo Switch generasi terbaru secara lebih stabil.

Dock ini juga berfungsi sebagai hub sentral saat pengguna ingin berpindah antar perangkat, misalnya dari PC ke konsol tanpa harus mencabut kabel langsung dari kacamata. Namun, penggunaan dock ini membawa konsekuensi pada portabilitas. Dimensi dock yang cukup besar membuatnya lebih cocok digunakan dalam skenario diam atau saat menetap di satu lokasi seperti kamar hotel atau meja kerja, ketimbang saat sedang berpindah tempat.

Solusi Produktivitas dan Gaming yang Ringan

Salah satu keunggulan utama kacamata AR dibandingkan headset Virtual Reality (VR) konvensional adalah bobotnya yang jauh lebih ringan. ROG Xreal R1 dirancang untuk penggunaan durasi panjang, baik itu untuk bekerja di depan laptop dengan layar virtual tambahan maupun menonton film saat dalam perjalanan jauh. Desainnya yang menyerupai kacamata hitam membuatnya tidak terlalu mencolok saat digunakan di ruang publik seperti kabin pesawat.

Bagi pengguna yang memiliki masalah penglihatan, perangkat ini juga mendukung pemasangan lensa resep tambahan agar visual tetap fokus tanpa perlu menumpuk kacamata. Kemampuan ini menjadikan ROG Xreal R1 bukan sekadar alat gaming, melainkan monitor sekunder yang multifungsi untuk menunjang produktivitas profesional yang sering bepergian.

Harga dan Ketersediaan

ASUS mengonfirmasi bahwa ROG Xreal R1 sudah dapat dipesan melalui sistem pre-order di Best Buy. Penjualan resmi melalui situs web resmi perusahaan dijadwalkan akan dimulai pada 17 Mei mendatang. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran perangkat ini untuk pasar Indonesia melalui distributor lokal ASUS ROG.

Melihat harganya yang mencapai Rp14 jutaan, ROG Xreal R1 menyasar segmen enthusiast yang menginginkan teknologi display terdepan tanpa batasan fisik layar monitor tradisional. Kombinasi antara teknologi display Xreal dan branding gaming ROG menjadikannya salah satu gadget paling ambisius di kategori AR tahun ini.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top