SEMARANG — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengungkapkan capaian tersebut saat membuka peringatan Hari Bumi 2026 bertema “Our Power Our Planet” di Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026). Menurutnya, pertumbuhan kendaraan listrik ini berjalan beriringan dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di provinsi tersebut.
Pemprov Jateng mencatat, kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang telah terbangun mencapai 38 megawatt. Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menyumbang 322 megawatt, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap telah terpasang hingga 89,5 megawatt.
Tak berhenti di situ, pengelolaan energi ramah lingkungan juga mencakup biogas sebesar 40 ribu meter kubik dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berkekuatan 8 megawatt. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng disebut masih terus berjalan.
Agus menegaskan, peringatan Hari Bumi bukan sekadar seremoni. “Acara kegiatan Hari Bumi ini merupakan wadah inspiratif yang memperkuat transisi energi dan ekonomi hijau di Jawa Tengah,” ujarnya dalam sambutan. Pemprov memberikan apresiasi khusus kepada PT PLN (Persero), Universitas Diponegoro, serta pihak lain yang mendukung akses listrik dan pengembangan EBT.
Strategi transisi energi tidak hanya menyasar proyek besar. Pemprov Jateng mulai mendorong ekonomi hijau berbasis rumah tangga dengan menggandeng PKK dan Posyandu. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap penggunaan energi bersih secara langsung.
“Kami berharap kegiatan energi bersih dan pengembangan ekonomi industri hijau dapat terus berjalan baik dengan dukungan seluruh pihak,” pungkas Agus.