Penembakan OPM di Tembagapura, Keamanan Wilayah PT Freeport Indonesia Diperketat

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:13:01 WIB
Satgas TNI memperketat keamanan di Tembagapura pasca serangan OPM di wilayah PT Freeport Indonesia.

Satgas TNI meningkatkan status keamanan di wilayah Tembagapura, Mimika, menyusul serangan kelompok bersenjata OPM pimpinan Guspi Waker pada Jumat (8/5/2026). Insiden di area Mile Point (MP) 69 ini mengakibatkan seorang anak perempuan tewas dan memicu evakuasi besar-besaran warga sipil dari kawasan operasional tambang. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga stabilitas di salah satu objek vital nasional tersebut.

Situasi keamanan di kawasan Tembagapura kembali memanas setelah kelompok bersenjata diduga bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) melancarkan serangan di Camp Wini Kalikuluk, MP 69. Wilayah yang menjadi jalur logistik utama bagi operasional PT Freeport Indonesia ini mendadak mencekam saat rentetan tembakan menyasar pemukiman warga sipil. Aparat keamanan kini memperketat pengawasan di titik-titik rawan untuk mencegah gangguan lebih lanjut terhadap aktivitas masyarakat dan operasional wilayah tambang.

Tragedi di Camp Wini Kalikuluk

Serangan yang terjadi pada Jumat siang tersebut memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil. Seorang anak perempuan berusia antara 12 hingga 15 tahun dilaporkan tewas setelah terkena luka tembak di bagian bahu kiri. Meski sempat dievakuasi oleh personel TNI menuju fasilitas kesehatan terdekat di Jalan Poros MP 69, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Selain korban jiwa, seorang warga lainnya bernama Irince Wandikbo mengalami luka tembak di bagian betis kaki kiri. Saat ini, Irince masih menjalani perawatan medis intensif di bawah pengawasan ketat aparat. Penyerangan ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan penghuni camp, mengingat lokasi kejadian merupakan area di mana warga sering berkumpul bersama keluarga.

Aparat TNI-Polri segera melakukan prosedur evakuasi darurat bagi kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak, ke lokasi yang lebih aman. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban tambahan di tengah upaya pengejaran pelaku yang melarikan diri ke arah hutan di sekitar Tembagapura.

Kronologi Serangan dari Seberang Sungai

Berdasarkan laporan resmi Koops TNI Habema, pergerakan kelompok pimpinan Guspi Waker ini sebenarnya telah terdeteksi sebelum insiden pecah. Personel Satgas TNI yang berjaga di wilayah MP 69 memantau adanya aktivitas mencurigakan dari arah Camp David yang terletak di seberang sungai. Tak lama kemudian, terdengar dua kali letusan senjata api yang diikuti oleh rentetan tembakan ke arah posisi personel TNI dan pemukiman warga di Camp Wini Kalikuluk.

Irince Wandikbo, salah satu korban luka, memberikan kesaksian bahwa tembakan datang secara tiba-tiba saat warga sedang beraktivitas di dalam camp. Keterangan ini memperkuat dugaan bahwa serangan tersebut sengaja diarahkan ke pusat aktivitas warga untuk menciptakan teror dan gangguan keamanan di wilayah strategis tersebut.

Hingga Sabtu (9/5/2026), Satgas TNI Kewilayahan masih melakukan patroli penyisiran secara masif di wilayah Kalikuluk. Aparat juga mendalami motif di balik serangan ini, yang diduga kuat sebagai upaya menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di Papua Tengah.

Prioritas Keselamatan Warga di Area Obvitnas

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa seluruh tindakan yang diambil oleh personel di lapangan telah sesuai dengan prosedur operasi standar yang terukur. TNI mengedepankan prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto, yang menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi dalam setiap operasi pengamanan.

"Tindakan yang dilakukan personel bertujuan untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat sipil. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama kami sebelum melanjutkan pengejaran terhadap kelompok tersebut," ujar Wirya Arthadiguna dalam keterangan resminya.

Peningkatan intensitas patroli ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat dan memastikan jalur distribusi logistik di area operasional PT Freeport Indonesia tetap berjalan normal. Keberadaan aparat keamanan di titik-titik krusial seperti MP 69 menjadi kunci untuk meredam eskalasi konflik yang dapat mengganggu iklim investasi dan kesejahteraan warga lokal di Mimika.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: papua.inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top