JEPARA — Manajemen PLN UIK Tanjung Jati B memperketat sistem pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan melalui koordinasi intensif dengan jajaran Korem 073/Makutarama. Langkah ini krusial mengingat status PLTU Tanjung Jati B sebagai salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang menyokong ketersediaan listrik bagi masyarakat luas.
Kunjungan kerja Komandan Resor Militer (Danrem) 073/Makutarama ke area pembangkit di Kabupaten Jepara baru-baru ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pemetaan risiko keamanan. Sinergi lintas sektor ini tidak hanya berfokus pada perlindungan fisik aset negara, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan energi dan kolaborasi program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengungkapkan bahwa kinerja pengamanan di lingkungan pembangkit menunjukkan tren positif yang signifikan. Berdasarkan audit Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), tingkat kematangan atau maturity level pengamanan mencapai angka 3,61, melampaui target yang ditetapkan sebesar 3,50.
Selain itu, audit internal Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) yang digelar pada 10-12 Maret 2026 mencatatkan hasil impresif sebesar 94,7 persen. Capaian ini menempatkan PLN UIK Tanjung Jati B dalam kategori emas untuk standar prosedur keamanan objek vital.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama yang sangat baik dengan seluruh pihak, termasuk dukungan pembinaan dari Kodim Jepara dan Korem 073/Makutarama,” ujar Andi.
Manajemen PLN telah memetakan sejumlah agenda strategis sepanjang tahun 2026 yang membutuhkan pengawalan ketat. Selain periode hari besar keagamaan dan nasional, perhatian khusus diberikan pada saat pelaksanaan outage atau masa pemeliharaan rutin pembangkit.
Pada periode outage, aktivitas di area operasional meningkat tajam dengan masuknya lebih dari seribu tenaga kerja tambahan. Kondisi ini memerlukan pengaturan akses keluar-masuk yang lebih ketat serta pengawasan sarana-prasarana yang lebih intensif guna mencegah gangguan operasional.
Saat ini, kekuatan pengamanan di PLN UIK Tanjung Jati B didukung oleh sedikitnya 250 personel keamanan internal. Kekuatan ini diperkuat oleh petugas lapangan dari Kodim 0719/Jepara yang bertugas setiap hari, serta koordinasi rutin dengan Polda Jawa Tengah dan TNI Angkatan Laut Semarang.
Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael menegaskan bahwa unsur teritorial TNI memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan penuh terhadap unit strategis seperti PLTU Tanjung Jati B. Menurutnya, stabilitas keamanan di area pembangkit berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak.
“PLTU Tanjung Jati B merupakan salah satu unit strategis yang memiliki peran penting, sehingga unsur teritorial TNI juga memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan, perhatian, dan dukungan pengamanan sesuai tugas kewilayahan,” tegas Ezra.
Di luar aspek keamanan fisik, pihak Korem juga melihat peluang kolaborasi dalam program sosial dan lingkungan. Sinergi antara PLN dan TNI diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga di sekitar pembangkit, baik melalui program pemberdayaan ekonomi maupun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah pesisir Jepara.