SEMARANG — Insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung penusukan terjadi di lingkungan sekolah dasar di Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jumat pagi. Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut penanganan kasus masih berlangsung.
"Benar ada kejadian penusukan tadi pagi pukul 08.15 WIB, ini masih ditangani," kata Aliet saat dihubungi, Jumat.
Kronologi Penusukan Saat Pengambilan Rapor
Informasi yang beredar di grup WhatsApp warga menyebutkan korban mengalami enam tusukan di bagian tubuhnya. Peristiwa itu terjadi di dalam kelas saat para orang tua berkumpul mengambil rapor anak.
"Info ada penusukan di SD Kalipancur. 6 tusukan. Katanya suaminya nusuk istrinya, di dalam kelas kejadiannya," tulis pesan yang diteruskan di grup WhatsApp.
Pelaku dan Korban dalam Proses Perceraian
Menurut Kapolsek, terduga pelaku dan korban merupakan pasangan suami istri yang sedang dalam proses perceraian. Korban disebut sudah tidak tinggal serumah dengan pelaku selama dua bulan terakhir.
"Itu KDRT, pelaku suami sendiri, sedang proses cerai. Istri sudah tidak pulang 2 bulan, terus tadi ketemu waktu ambil rapor anaknya di SD 2 itu," ucap Aliet.
Pelaku disebut langsung mendatangi korban begitu melihatnya di lokasi sekolah, lalu menusuknya menggunakan obeng yang dibawa.
Korban Dilarikan ke RS William Booth
Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit William Booth Semarang untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, terduga pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Ngaliyan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami motif dan barang bukti yang digunakan dalam aksi penusukan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini korban dari pihak rumah sakit.