REMBANG — Api pertama kali diketahui oleh seorang pengendara yang melintas sekitar pukul 04.45 WIB. Saat itu, kobaran api sudah terlihat membesar dari dalam bangunan dan dengan cepat merambat ke seluruh bagian toko.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, mengatakan tim pemadam kebakaran langsung bergerak tiga menit setelah laporan diterima. Personel tiba di lokasi pukul 04.58 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta penyekatan.
Pemadaman Berlangsung Lebih dari Tiga Jam
Proses pemadaman melibatkan satu unit mobil pemadam kebakaran, dua unit mobil water supply, dan satu unit milik BPBD. Petugas membutuhkan waktu lebih dari tiga jam hingga api benar-benar padam dan pendinginan selesai dilakukan.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun bangunan bengkel dan toko sparepart terbakar total,” ujar Luthfi.
Saksi: Suara Ledakan Terdengar Beberapa Kali
Salah seorang saksi mata, Yusmani, mengaku melihat kobaran api berasal dari dalam toko sebelum akhirnya membesar dan sulit dikendalikan. Ia sempat berusaha memadamkan dengan air seadanya.
“Saya siramkan air, sudah nggak ngatasi. Sangking buru-burunya, saya kena pecahan kaca dan kaki kena paku,” tuturnya.
Yusmani menambahkan, beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam bangunan yang membuat warga sekitar panik. Diduga ledakan berasal dari bahan mudah terbakar yang tersimpan di toko, seperti oli atau tiner. “Saya minta bantuan pegawai Laskar Buah untuk memadamkan dengan air seadanya. Ledakan itu dipicu oli atau tiner mungkin, suaranya cukup keras,” katanya.
Api Berhasil Dijinakkan Pukul 08.15 WIB
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan api pada pukul 08.15 WIB. Setelah memastikan tidak ada titik api yang tersisa, seluruh personel kembali ke posko pada pukul 08.32 WIB.
Bangunan bengkel dan toko sparepart milik Nurul Badri dilaporkan hangus terbakar total. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai rencana pemilik untuk membangun kembali usahanya.