JAWA TENGAH — Mantan bek Manchester City Micah Richards mengaku hancur setelah membaca putusan bersalah klubnya atas pelanggaran aturan finansial Premier League. Komisi independen menilai City menyusun "kontrak palsu" untuk menyamarkan pendanaan rahasia lebih dari 830 juta poundsterling.
Richards, yang memperkuat City sejak usia 14 tahun dan menjadi bagian skuad juara 2011-12, menyampaikan reaksinya lewat podcast The Rest is Football. Ia mengaku sulit menerima kata-kata yang dipakai Premier League dalam putusan tersebut.
"Laporan-laporan itu meresahkan. Saya melihat kata-kata yang digunakan Premier League dalam 'kontrak palsu' dan saya merasa benar-benar hancur," ujar Richards.
Komisi independen menemukan City bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran aturan finansial antara musim 2009-10 hingga 2017-18. Klub juga dinyatakan bersalah atas hampir semua tuduhan soal kegagalan bekerja sama dengan investigasi.
Dalam rentang sembilan tahun itu, City meraih tiga gelar Premier League. Richards ikut merasakan gelar 2011-12, sementara dua gelar lain datang pada 2013-14 dan musim-musim berikutnya.
City masih membantah semua tuduhan dan punya waktu hingga 2 Oktober untuk mengajukan banding. Klub juga belum menerima sanksi final karena proses hukum masih berjalan.
Saat masih di akademi City, Richards tinggal bersama sebuah keluarga pendukung klub di kota itu. Ia mengaku keluarga tersebut menghubunginya dalam kondisi menangis.
"Bapak angkat saya menelepon dan dia benar-benar menangis, menanyakan informasi yang saya sendiri tidak tahu. Saya tidak punya jawabannya," kata Richards.
Ia menyebut keluarga itu sudah mendukung City lebih dari 60 tahun. Ketidakpastian yang menyelimuti klub dinilainya menyakitkan.
"Mendengar laporan-laporan itu, semuanya memberatkan. Saya sedih, marah, dan sedikit bingung karena di sisi lain ada versi cerita City," tambahnya.
Mantan bek Liverpool Jamie Carragher mengambil sikap lebih keras. Ia menilai para pemain City akan selalu dikaitkan dengan cap buruk atas pencapaian mereka.
"Saya kasihan pada para pemain. Mereka akan merasa sebagian besar karier mereka diberi tanda bintang, atau banyak orang menyebutnya palsu," ujar Carragher.
Carragher menuduh hierarki City sedang menggiring opini publik. Ia menilai gelar juara klub seharusnya dicabut.
"Pemain-pemain itu tidak akan pernah merasakan sensasi juara dan itu dirampok oleh Manchester City," katanya.
Ketua City Khaldoon Al Mubarak menyatakan klub tetap yakin bisa membuktikan tidak bersalah. Chief executive Ferran Soriano dalam pesan video kepada staf dan pemain menyebut "bukti tak terbantahkan" telah diabaikan komisi.
Richards sendiri menegaskan tidak bisa memberi jawaban atas pertanyaan yang beredar. Ia hanya berharap situasi ini cepat menemui titik terang demi para pendukung yang sudah lama setia.