PATI — Dinas Perhubungan Kabupaten Pati menyiapkan sejumlah tahapan sebelum Trans Jateng rute Pati beroperasi. Kepala Dishub Pati Tony Romas Indriarsa menyebut penetapan rute dan pembangunan halte menjadi dua pekerjaan utama yang harus diselesaikan lebih dulu.
Usulan awal mencakup 11 titik halte yang tersebar di kawasan perkotaan. Lokasinya membentang dari arah masuk Kota Pati menuju terminal hingga area keluar kota.
Meski rencana lokasi halte sudah disusun, Dishub Pati belum menetapkan rute resmi Trans Jateng. Tony menyatakan rute masih dalam tahap perencanaan bersama pihak terkait.
"Untuk rute masih belum ditetapkan. Tapi sudah ada rencana rute dan penempatan halte," katanya.
Penetapan rute menjadi krusial karena menentukan pola perjalanan armada, jarak antarhalte, serta titik transit penumpang. Tanpa rute final, pembangunan halte juga belum bisa dimulai.
Dishub Pati mengusulkan 11 halte yang seluruhnya berada di sekitar perkotaan. Titik-titik itu menghubungkan area masuk kota, terminal, dan jalur keluar Pati.
"Masih dimungkinkan berubah. Namun rencana ada sekitar 11 halte. (Lokasi halte) sementara ini wacananya hanya di perkotaan," ucap Tony.
Jumlah dan lokasi halte masih terbuka untuk penyesuaian. Dishub Pati menyebut perubahan bisa terjadi seiring perkembangan kajian rute dan kebutuhan penumpang.
Trans Jateng rute Pati ditargetkan melayani penumpang pada 2028. Tony menyampaikan target itu bergantung pada rampungnya tahapan perencanaan dan pembangunan sarana pendukung.
"Untuk Trans Jateng yang arah ke Pati kemungkinan dioperasionalkan pada tahun 2028 mendatang," katanya.
Hingga kini, Dishub Pati belum merinci sumber anggaran maupun jadwal lelang proyek halte. Kedua hal itu akan menyusul setelah rute resmi ditetapkan.