JAWA TENGAH — Taipan Dato Sri Tahir melepas 39,5 juta saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dalam dua tahap transaksi dengan total nilai mencapai Rp474 miliar. Penjualan dilakukan pada harga Rp12.000 per saham, berada di atas kisaran harga pasar MPRO yang bergerak antara Rp11.675 hingga Rp12.000 per saham pada periode tersebut.
Transaksi pertama berlangsung pada 18 September 2026, ketika Tahir melepas 37 juta saham MPRO. Empat hari berselang, tepatnya 22 September 2026, dia kembali menjual 2,5 juta saham dengan harga pelaksanaan yang sama, yakni Rp12.000 per saham.
Dengan akumulasi 39,5 juta saham yang dijual, dana yang diraup mencapai Rp474 miliar. Harga pelaksanaan transaksi tersebut berada di batas atas rentang harga saham MPRO selama periode penjualan, yang bergerak di kisaran Rp11.675 hingga Rp12.000 per saham.
Seluruh transaksi dilakukan pada level Rp12.000 per saham, yang merupakan harga tertinggi dalam rentang perdagangan MPRO pada periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan sebagian transaksi terjadi pada level premium terhadap harga pasar saat itu.
MPRO sendiri merupakan emiten properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pergerakan harga sahamnya dalam rentang Rp11.675 hingga Rp12.000 sepanjang periode transaksi mencerminkan likuiditas yang relatif stabil di level tersebut.
Dato Sri Tahir dikenal sebagai salah satu taipan dengan portofolio investasi yang luas di pasar modal Indonesia. Kepemilikan sahamnya di MPRO menjadi bagian dari strategi investasi jangka panjang di sektor properti.
Penjualan 39,5 juta saham ini bukan pertama kalinya Tahir mengurangi kepemilikannya di MPRO. Sebelumnya, dia juga tercatat melakukan aksi serupa, meski dengan volume dan nilai transaksi yang berbeda.
Dengan pelepasan 39,5 juta saham, komposisi kepemilikan Tahir di MPRO mengalami perubahan. Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai sisa kepemilikan sahamnya pasca-transaksi tersebut.
Investor perlu mencermati laporan kepemilikan saham yang akan dipublikasikan melalui keterbukaan informasi BEI untuk mengetahui posisi terkini Tahir di MPRO. Aksi korporasi ini juga menjadi sinyal yang biasa diperhatikan pelaku pasar dalam menilai prospek emiten properti.
Harga saham MPRO di level Rp12.000 per saham menjadi acuan penting bagi investor dalam mengevaluasi valuasi emiten ini ke depan, terutama di tengah dinamika sektor properti yang sensitif terhadap suku bunga dan kebijakan moneter.