MAGELANG — Dukungan itu disampaikan Sumarno saat peluncuran Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang, Sabtu (26/9/2026). Menurutnya, kegiatan olahraga yang dirancang sekaligus menggalang donasi bagi anak penyandang cerebral palsy layak mendapat apresiasi.
"Kami terima kasih sekali bahwa event ini juga membawa misi sosial yang luar biasa. Bagaimana mengumpulkan dana untuk donasi bagi anak-anak kita yang kena cerebral palsy," ujar Sumarno.
Sumarno menyoroti sejumlah kebutuhan penyandang cerebral palsy yang dinilainya belum sepenuhnya terpenuhi. Mulai dari perawatan rutin, pemberian makanan tambahan, hingga transportasi menuju tempat perawatan.
"Untuk penanganan anak-anak kita ini butuh dukungan untuk perawatan, untuk pemberian makanan tambahan, juga mungkin untuk menuju tempat perawatan butuh kendaraan yang ramah disabilitas," jelasnya.
Menurut Sumarno, penanganan persoalan sosial semacam itu tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan karena kapasitas pemerintah memiliki batas.
"Tentu saja ini kami sangat support dan terima kasih. Karena itu semua sebenarnya juga bagian dari pemerintah. Namun demikian kita tidak semua mampu dari pemerintah untuk menangani masalah-masalah tersebut," katanya.
Project Director Borobudur 100 Fajar Ali Setyo Tirtonagoro mengungkapkan penyelenggara menargetkan 1.000 peserta. Perlombaan akan mempertandingkan empat kategori jarak, yakni 100 kilometer, 50 kilometer, 25 kilometer, dan 5 kilometer.
Peserta di tiga kategori terjauh—100 km, 50 km, dan 25 km—diwajibkan mengumpulkan donasi minimal Rp 1 juta. Batas pengumpulan donasi ditetapkan paling lambat 10 Desember 2026 sebagai syarat mengikuti perlombaan.
Sumarno berharap Borobudur 100 tidak berhenti sebagai ajang olahraga semata. Ia ingin kegiatan tersebut menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
"Kami berharap event-event seperti ini juga akan memberi motivasi kepada masyarakat untuk peduli sesama," ujarnya.
Ia juga mendorong semakin banyak warga tergerak berpartisipasi dalam kegiatan serupa. "Mudah-mudahan nanti juga menginspirasi masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi, lebih banyak peduli kepada saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung," kata Sumarno.