SEMARANG — Penanganan genangan di jalur menuju Sentra Bandeng Tambakrejo tidak cukup dilakukan di titik-titik tertentu. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan perbaikan harus menyeluruh di sepanjang akses jalan kawasan tersebut. Ia meminta kebutuhan penataan disampaikan melalui kecamatan untuk selanjutnya dicatat dalam perencanaan APBD 2027.
Selain jalan yang kerap terendam, kawasan sentra produksi bandeng itu belum memiliki kantong parkir. Pembeli selama ini memanfaatkan badan jalan untuk memarkir kendaraan. Kondisi tersebut dinilai memperparah persoalan akses, terutama saat kawasan dikunjungi banyak pembeli.
Agustina menekankan penanganan genangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, perbaikan hanya di beberapa titik tidak akan menyelesaikan masalah jika jalur lain masih terendam.
"Yang penting jalannya diberesin supaya tidak terendam. Solusinya harus di sepanjang jalur itu," tegas Agustina saat menghadiri Festival Kali Tenggang di Tambakrejo, Minggu (20/9/2026).
Ia menyebut pengalokasian anggaran daerah sebagai bentuk pemanfaatan kembali dana masyarakat. Karena itu, warga didorong aktif menyampaikan usulan pembangunan lewat jalur kecamatan.
"APBD itu berasal dari uang warga Kota Semarang untuk warga Kota Semarang. Yang penting, usulannya disampaikan, nanti kita tata supaya kehidupan masyarakat di sini menjadi lebih bahagia," tuturnya.
Persoalan akses bukan satu-satunya yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Agustina juga mendorong peningkatan produktivitas Sentra Bandeng Tambakrejo secara keseluruhan. Potensi produksi bandeng di kawasan pesisir itu dinilai masih bisa berkembang melalui penguatan peralatan pengolahan dan perluasan jangkauan pasar.
"Saya ingin produktivitas bandeng Kelurahan Tambakrejo ini bisa terus meningkat dan berkembang. Nanti kebutuhan pengembangannya disampaikan bertahap, agar kita bersama Dinas Ketahanan Pangan bisa memetakan intervensi yang paling tepat," ujar Agustina.
Salah satu kebutuhan yang muncul yakni penyediaan mesin presto berkapasitas besar untuk mendukung produksi UMKM. Pemerintah Kota Semarang memiliki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mesin bagi pelaku usaha di Tambakrejo.
"Yang dibutuhkan apa? Panci untuk presto yang besar? Atau apa? Pemerintah Kota Semarang ada kerja sama dengan beberapa universitas yang memproduksi mesin-mesin untuk teman-teman UMKM," katanya.
Di sela kegiatan, Agustina memborong produk olahan bandeng warga untuk dibagikan kepada para tokoh masyarakat. Langkah itu dilakukan sebagai upaya promosi agar produk bandeng Tambakrejo dikenal lebih luas.
"Tadi saya sudah borong bandengnya untuk para tokoh masyarakat, biar bandengnya beredar keluar, orang bisa mencicipi kalau bandeng di sini enak dan makin banyak yang beli ke sini," ujar Agustina.
Festival Kali Tenggang sendiri diisi sejumlah kegiatan warga. Mulai dari Lomba Taman Toga, lomba peragaan busana berbahan daur ulang sampah, hingga lomba egrang.
Bagi warga Tambakrejo, kepastian penanganan genangan dan kantong parkir menjadi penentu kelancaran aktivitas sentra bandeng. Usulan yang masuk lewat kecamatan akan menentukan apakah kebutuhan tersebut benar-benar masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027.