JAWA TENGAH — Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 resmi memasuki rangkaian pemilihan melalui sashing ceremony di Golden Phoenix Ballroom, Merlynn Park Hotel, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Para finalis dari berbagai provinsi menjalani bootcamp sepekan pada 22-28 September sebelum grand final yang bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia, 27 September 2026. Ajang yang memasuki tahun ke-10 ini mengangkat tema "Culture, Peace & Creativity".
Yayasan El John Indonesia kembali menyelenggarakan pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara untuk kesepuluh kalinya. Tahun ini, 17.380 pulau yang dimiliki Indonesia menjadi latar gagasan besar ajang tersebut: pariwisata bukan sekadar destinasi, melainkan wajah keberagaman nusantara yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Ketua Umum Yayasan El John Indonesia, M. Johnnie Sugiarto, menyebut tema "Culture, Peace & Creativity" sebagai tiga pesan penting dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap keberagaman budaya dan mampu menghadirkan gagasan baru untuk pariwisata Nusantara.
Rangkaian resmi pemilihan dibuka melalui sashing ceremony di Golden Phoenix Ballroom, Merlynn Park Hotel, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Suasana pembukaan berlangsung semarak saat para finalis memperkenalkan nama dan identitas provinsi masing-masing.
"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh finalis Putra Putri Pariwisata 2026 yang resmi mengikuti seluruh rangkaian pemilihan. Kalian sudah melewati proses hingga akhirnya berada di sini, ini merupakan sebuah kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ujar Johnnie yang juga dikenal sebagai tokoh pariwisata nasional.
Johnnie mengingatkan para finalis agar tidak menjadikan gelar sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, setiap tahapan yang dilalui selama proses pemilihan justru memberi pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran yang tidak kalah penting.
Setelah sashing ceremony, para finalis menjalani bootcamp selama sepekan, 22-28 September 2026. Masa pembekalan ini dirancang untuk memperkuat wawasan pariwisata sekaligus mengembangkan kemampuan personal peserta.
Materi yang diberikan tidak hanya seputar kepariwisataan. Peserta juga mengasah kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan tampil di hadapan publik. Beberapa agenda yang mewarnai rangkaian kegiatan antara lain:
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan figur Putra Putri Pariwisata Nusantara yang diharapkan tidak hanya mengenal destinasi dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan serta menginspirasi masyarakat.
Lebih dari sekadar kompetisi, para finalis diharapkan menjadi representasi daerah masing-masing. Mereka membawa identitas, budaya, cerita, serta potensi pariwisata yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kalian datang dari berbagai daerah dengan budaya, karakter, dan potensi pariwisata yang berbeda-beda. Jadikan kesempatan ini untuk mengenal lebih jauh kekayaan daerah masing-masing dan membagikannya kepada masyarakat. Kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa cerita dan potensi daerah yang kalian wakili," kata Johnnie.
Puncak perjalanan para finalis akan berlangsung dalam Malam Grand Final Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026. Jadwalnya bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day pada 27 September 2026.
Bagi traveler yang ingin menyaksikan langsung rangkaian acara, informasi jadwal, lokasi, dan ketentuan penonton dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Yayasan El John Indonesia atau penyelenggara setempat.
Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 menegaskan satu hal: promosi pariwisata Indonesia tidak berhenti pada keindahan alam, tetapi juga pada cerita budaya yang dibawa generasi mudanya.