JAWA TENGAH — Ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 resmi menambah empat kategori baru dalam daftar penghargaannya, termasuk Musik Etno dan Hipdut. Penambahan ini diumumkan perwakilan Tim Kategorisasi AMI Awards, Syaharani, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026). Langkah tersebut disebut sebagai respons atas perkembangan genre musik Tanah Air yang semakin beragam.
Empat kategori anyar yang masuk ke dalam AMI Awards 2026 adalah Karya Produksi Musik Etno Terbaik, Album Rap/Hiphop Terbaik, Karya Produksi Hipdut Terbaik, dan Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik. Keputusan ini diambil setelah tim kategorisasi menilai jumlah rilisan di genre-genre tersebut sudah cukup besar untuk mendapat rumah sendiri.
Perwakilan Tim Kategorisasi AMI Awards, Syaharani, menyebut kategori etno sebagai kebutuhan mendesak bagi musisi daerah yang selama ini sulit menjangkau panggung nasional. Ia menilai ajang penghargaan harus membuka pintu seluas-luasnya bagi karya dari berbagai wilayah Indonesia.
"Saya suka banget karena ada beberapa (kategori) yang baru dan salah satunya yang benar-benar Indonesia butuhkan dengan serius adalah etno, etnik," kata Syaharani di Jakarta Pusat, Senin, 21 September 2026.
Menurutnya, kategori ini memberi ruang bagi karya-karya dari padepokan musik di daerah agar bisa ikut berkompetisi di tingkat nasional. "Di mana karya-karya teman-teman di daerah, di semua padepokan musik di daerah itu bisa mengirimkan karyanya yang bisa masuk ke situ," lanjutnya.
Selain etno, AMI Awards memisahkan genre hip-hop dan rap dari kategori gabungan. Syaharani menjelaskan bahwa keputusan ini muncul karena banyaknya lagu yang dirilis di genre tersebut, sementara sebelumnya hanya digabung dalam satu kategori slash.
"Selama ini hanya masuk di dalam slash, jadi hip hop / rap / digabung-gabung karena entry-nya cuman sedikit," jelas Syaharani. "Jadi ini adalah kebijaksanaan dari AMI Awards untuk memberikan benar-benar bahwa kalau emang orangnya banyak, gengnya banyak nih yang produksi maka ya dia entitled untuk bisa dapat rumahnya sendiri, istilahnya gitu," tambahnya.
Ketua Umum Yayasan AMI, Candra Darusman, menilai penambahan kategori baru sebagai cerminan sikap inklusif ajang penghargaan terhadap dinamika industri musik. Ia menyebut AMI Awards berusaha membaca tren yang sedang berlangsung di pasar.
"Kita kan seperti marwah dari AMI itu kan kita selalu harus inklusif dan melihat perkembangan. Jadi, boleh dikatakan AMI Awards itu mencerminkan potret musik di Indonesia saat ini yang terus berkembang," ujar Candra Darusman.
"Dan muncul empat kategori itu mencerminkan bahwa itu sedang tren dan kita tidak boleh tutup mata," pungkasnya.
Penambahan empat kategori ini menempatkan AMI Awards 2026 sebagai edisi dengan cakupan genre terluas sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Bagi musisi daerah dan pelaku scene hip-hop lokal, ajang ini kini menjadi jalur yang lebih terbuka untuk mendapat pengakuan industri secara nasional.