JAWA TENGAH — Harga rata-rata nasional beras kualitas medium I naik 0,3% menjadi Rp16.650 per kilogram, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia per pukul 08.25 WIB. Kenaikan beras medium I diikuti seluruh kualitas beras lain, kecuali beras bawah II yang stagnan di Rp14.700 per kilogram. Lonjakan lebih tajam terjadi di kelompok cabai, dengan cabai rawit merah menembus Rp96.100 per kilogram.
Kenaikan tidak hanya terjadi di segmen medium. Beras kualitas super I naik 0,56% menjadi Rp17.950 per kilogram, sedangkan super II meningkat 0,29% ke Rp17.350 per kilogram. Beras kualitas bawah I tercatat naik 0,68% menjadi Rp14.900 per kilogram.
Kelompok cabai mencatat kenaikan paling agresif. Cabai merah keriting melonjak 9,42% menjadi Rp69.100 per kilogram, kenaikan tertinggi di antara seluruh komoditas yang dipantau. Cabai rawit merah naik 6,78% ke Rp96.100 per kilogram, sementara cabai rawit hijau meningkat 4,81% menjadi Rp67.800 per kilogram.
Cabai merah besar juga tidak luput dari kenaikan, dengan harga mencapai Rp58.000 per kilogram atau naik 6,23%. Lonjakan di kelompok cabai ini jauh melampaui kenaikan beras yang rata-rata di bawah 1%.
Harga daging sapi kualitas I naik 0,62% menjadi Rp153.050 per kilogram, sedangkan kualitas II meningkat 0,67% ke Rp143.750 per kilogram. Telur ayam ras naik 0,67% menjadi Rp30.050 per kilogram.
Di sisi lain, daging ayam ras segar justru turun tipis 0,24% menjadi Rp42.350 per kilogram. Penurunan ini menjadi salah satu dari sedikit komoditas protein hewani yang harganya melemah.
Harga minyak goreng curah turun 0,24% menjadi Rp20.400 per kilogram. Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,41% ke Rp24.450 per kilogram dan bermerek II meningkat 0,43% menjadi Rp23.600 per kilogram.
Gula pasir kualitas premium naik 0,25% menjadi Rp20.400 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal meningkat 0,52% ke Rp19.200 per kilogram. Bawang merah turun 1,19%, sementara bawang putih masih naik 0,25% menjadi Rp39.400 per kilogram.
Kenaikan harga beras medium I ke Rp16.650 per kilogram memperkuat tekanan biaya pangan rumah tangga, terutama karena beras medium adalah jenis yang paling banyak dikonsumsi sehari-hari. Sementara lonjakan cabai rawit merah hingga Rp96.100 per kilogram berpotensi mendorong kenaikan biaya bahan baku pedagang makanan dan restoran.
Penurunan harga minyak goreng curah dan daging ayam ras memberi sedikit ruang bagi konsumen untuk menekan pengeluaran. Namun secara keseluruhan, data PIHPS BI menunjukkan tekanan harga masih terkonsentrasi di kelompok beras dan cabai.