JAWA TENGAH — iPhone Air memimpin daftar smartphone tertipis 2026 dengan bodi hanya 5,6 milimeter, dirancang untuk pengguna yang ingin ponsel layar besar tetap nyaman digenggam. Tren bodi di bawah 7 milimeter kembali menguat karena produsen kini mampu menjejalkan baterai besar dan kamera kompleks tanpa membuat perangkat menebal. Daftar ini juga memuat sejumlah ponsel lipat, dengan ketebalan yang dihitung saat kondisi terbuka.
iPhone Air menjadi contoh paling menonjol dari gelombang smartphone super tipis yang kembali muncul di pasar 2026. Bodi sekitar 5,6 milimeter membuat perangkat ini terasa ringan digenggam meski ukuran layarnya besar, dan desainnya dibuat minimalis dengan rangka premium serta panel layar yang memenuhi hampir seluruh bagian depan.
Ketebalan di bawah 7 milimeter kini bukan lagi sekadar soal estetika. Ponsel dengan bodi ramping lebih mudah masuk saku, tidak membebani kantong saat dibawa bepergian, dan memberi kesan premium saat digunakan sehari-hari. Yang membuat tren ini berbeda dari periode sebelumnya, produsen sudah bisa mempertahankan kapasitas baterai besar, layar luas, dan modul kamera kompleks tanpa mengorbankan profil tipis.
Selama beberapa tahun terakhir, banyak ponsel flagship justru bertambah tebal karena kebutuhan baterai jumbo dan sistem pendingin. Perubahan material rangka, efisiensi chipset, dan desain baterai yang lebih padat membuka jalan bagi produsen untuk kembali menipiskan bodi.
Bagi pembeli di Indonesia, faktor ini sering masuk tiga besar pertimbangan setelah harga dan kamera. Ponsel ramping memberi perbedaan nyata saat dipakai satu tangan, terutama untuk perangkat berlayar 6,5 inci ke atas.
Apple menempatkan iPhone Air sebagai perangkat dengan bodi sekitar 5,6 milimeter. Rangka premium dan layar penuh di bagian depan menjadi dua elemen desain yang paling menonjol.
Pendekatannya jelas: pengguna yang ingin ponsel berukuran besar tetapi tetap ringan saat digenggam. Desain minimalis tanpa tonjolan berlebihan membuat perangkat ini terlihat bersih dari berbagai sudut.
Daftar smartphone tipis 2026 juga mencakup beberapa ponsel lipat. Perlu dicatat, ketebalan perangkat lipat dihitung saat kondisi terbuka, sehingga angkanya bisa berbeda jauh ketika perangkat terlipat.
Ponsel lipat menawarkan kombinasi layar besar dan bodi tipis yang sulit dicapai perangkat konvensional. Namun engsel dan mekanisme lipat tetap menambah ketebalan total saat perangkat ditutup.
Bodi tipis punya konsekuensi. Ruang internal yang terbatas biasanya berpengaruh pada kapasitas baterai, sistem pendingin, dan ukuran modul kamera. Beberapa produsen memilih mengorbankan sedikit kapasitas baterai demi profil ramping, sementara yang lain mempertahankan baterai besar dengan konsekuensi bodi sedikit lebih tebal.
Untuk pengguna yang sering memakai ponsel untuk gaming berat atau merekam video dalam waktu lama, bodi tipis bisa berarti panas lebih cepat terasa. Sebaliknya, bagi yang mengutamakan kenyamanan genggam dan penampilan, desain ramping memberi nilai lebih yang langsung terasa.
Pilihan terbaik bergantung pada prioritas masing-masing. Kalau kenyamanan dan tampilan premium jadi hal utama, smartphone super tipis seperti iPhone Air layak masuk daftar pertimbangan. Kalau daya tahan baterai dan performa tanpa kompromi lebih penting, model dengan bodi sedikit lebih tebal biasanya menawarkan keseimbangan lebih baik.