SEMARANG — Panggung final MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima menjadi pembuktian bagi para finalis Golongan Dewasa. Pada kategori Putri, tiga peserta yang menembus babak pamungkas berasal dari Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur. Sementara di kategori Putra, finalis datang dari DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.
Sejak sesi dimulai pukul 22.00 WIB, lautan manusia tak beranjak dari tempat duduk. Penonton dari berbagai kalangan — tua, muda, dewasa, hingga anak-anak — duduk bersila dengan rapi menyaksikan setiap lantunan ayat.
Suasana malam itu meninggalkan kesan mendalam bagi warga lokal maupun tamu dari daerah lain. Rudi Ahmad, penonton asal Provinsi Papua Tengah, mengaku takjub dengan gelaran tersebut.
"Ini sangat luar biasa. Kami dari Indonesia Timur bangga bisa turut berpartisipasi mensyiarkan ayat-ayat Al-Qur'an. Penataan panggungnya sangat megah, dan keramahan warga Semarang dalam menyambut kami benar-benar luar biasa," ungkap Rudi.
Sebagai sosok yang kerap mendampingi peserta MTQ ke tingkat nasional, Rudi menyebut belum pernah menyaksikan antusiasme masyarakat sebesar ini. "Baru kali ini saya melihat penonton seramai ini. Sangat khidmat," tambahnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turut menyaksikan final dari tengah masyarakat. Ia mengapresiasi penonton yang tetap bertahan dan mengikuti perlombaan sampai akhir.
"Alhamdulillah saya melihat antusias masyarakat khusyuk melihat, mendengarkan Al-Qur'an. Kami senang mereka sampai akhir mengikuti terus," ujar Taj Yasin.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI tinggal menyisakan acara penutupan pada Sabtu, 19 September 2026. Taj Yasin mengatakan sejumlah pertunjukan telah disiapkan untuk memeriahkan malam penutupan, mulai dari tari kolosal, tari sambutan, hingga musik dan qasidah.
"Mulai sore sebelum mulai jam 4 sudah ada musik-musik qasidah-qasidah dan ada groub band Letto," katanya.
Penutupan MTQ Nasional XXXI rencananya akan dilakukan oleh Menteri Agama.