JAWA TENGAH — Control Resonant resmi dirilis 24 September 2026 untuk PS5, Xbox Series X|S, dan PC, membawa perubahan besar dari sisi gameplay maupun skala dunia. Sekuel ini meninggalkan gaya third-person shooter pendahulunya dan beralih ke combat melee dengan peta open-world penuh. Kami menamatkan kampanye utamanya dalam 25 jam di Xbox Series X untuk melihat apakah perubahan arah ini berhasil.
Remedy Entertainment mengubah hampir semua formula yang membuat Control pertama sukses. Alih-alih melanjutkan petualangan Jesse Faden, pemain kini mengendalikan Dylan Faden, adiknya, yang berusaha menemukan Jesse yang hilang di Manhattan yang terdistorsi. Perubahan terbesar ada pada struktur dunia dan sistem pertarungan yang kini berbasis melee.
Hubungan kakak-beradik antara Dylan dan Jesse jadi jangkar emosional yang membuat cerita Resonant jauh lebih mudah diikuti dibanding game pertama. Dylan juga mendapat handler bernama Zoe De Vera, yang awalnya menganggapnya sekadar alat untuk melawan Hiss. Seiring cerita berjalan, Zoe mulai bertanya soal musik favorit Dylan dan memperlakukannya sebagai manusia.
Emily Pope kembali dari game pertama dan berperan sebagai tempat Dylan berdiskusi soal Jesse. Kehadiran Emily memberi Dylan harapan bahwa ia akan menemukan saudarinya. Kombinasi karakter pendukung yang sedikit ini membuat pengembangan karakter tetap fokus pada Dylan.
Perubahan dari Control ke Control Resonant mirip dengan transisi Final Fantasy 7 Remake ke Rebirth. Resonant meninggalkan arsitektur brutalist Oldest House dan menggantinya dengan Manhattan yang kaleidoskopik. Art direction yang kuat plus mekanik traversal membuat dunia barunya menyenangkan untuk dijelajahi.
Di sepanjang misi utama, pemain diminta mencari "Faults", area tempat sisa-sisa keberadaan Jesse mungkin berada. Area ini minim combat tapi menyajikan banyak eksposisi soal latar belakang Dylan dan Jesse. Setelah menyelesaikannya, Dylan mendapat kemampuan gerak baru, termasuk mengubah orientasi gravitasi sehingga dinding di sampingnya berubah jadi lantai.
Berbeda dari game pertama yang bertipe third-person shooter, Resonant adalah action game berbasis melee. Loop utamanya adalah membuat musuh terhuyung (stagger) lalu mengeksekusinya. Eksekusi ini membuat Dylan masuk ke kondisi Dominance yang meningkatkan attack power secara drastis.
Masalahnya, membuat musuh terhuyung sangat sulit di awal permainan. Senjata Dylan, Aberrant, bisa berubah bentuk untuk light attack dan heavy attack. Pemain memilih satu bentuk di awal, sisanya dibuka lewat drop dan material tertentu. Reset point untuk mengubah build terbatas dan tidak gratis, yang terasa menghambat eksperimen di jam-jam awal.
Sistem ini juga mengingatkan pada Elden Ring lewat side boss bernama Resonants yang tersebar di seluruh kota. Mengalahkan mereka membuka lebih banyak opsi serangan. Pemain hanya perlu mengalahkan beberapa untuk maju, tapi bisa mengejar sisanya untuk memperkuat Dylan jika tersangkut di boss cerita.
Ada banyak aktivitas sampingan yang menarik, dan sering kali membawa tone yang lebih membumi ke tengah nuansa paranormal Resonant. Salah satunya misi multi-bagian untuk membantu seorang gadis pulang dari dimensi alternatif dengan memainkan "spot the difference" pada taksi yang berbeda. Ada juga side quest membantu rekan kerja menemukan kucing tak terlihat yang berujung pada kucing tersebut ikut bertarung melawan mini-boss.
Side quest ini mencerminkan altruisme Dylan dan rasa bersalahnya atas perbuatannya di game pertama. Hadiahnya pun besar: EXP melimpah dan bahan berguna untuk membuka skill serta ability baru.
Resonant punya rangkaian fitur aksesibilitas yang lengkap, mencakup pengaturan teks, subtitle, penyesuaian buta warna, dan berbagai toggle. Ada juga Assist mode yang memungkinkan pemain mengubah parameter gameplay sesuai selera. Contohnya, mengatur kecepatan pengisian Power meter Dylan atau membuatnya kebal serangan.
Bahkan ada opsi untuk membunuh musuh dengan satu serangan, dan ini berlaku juga untuk boss. Semua opsi tersebut tidak menonaktifkan Achievement.
Control Resonant cocok untuk pemain yang menyukai action-adventure seperti Devil May Cry, atau mereka yang menikmati game pertama dan ingin melihat kelanjutan kisah keluarga Faden. Perlu diingat, game ini bukan lagi shooter, jadi penggemar gaya main Control pertama mungkin butuh penyesuaian.
Bagi yang menginginkan pengalaman lebih ringkas dan terfokus seperti game pertama, skala open-world Resonant bisa terasa terlalu luas. Tapi bagi yang sabar melewati kurva belajar combat di awal, Manhattan yang terdistorsi ini menawarkan salah satu dunia open-world paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.