Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 ke Rp 2.602.000 per Gram

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 14 September 2026 | 09:50:01 WIB
Harga emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 2.602.000 per gram pada perdagangan hari ini.

JAWA TENGAH — Penurunan harga emas Antam hari ini tercatat di situs resmi Logam Mulia Antam. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga emas dijual Rp 1.351.000. Adapun ukuran 10 gram dibanderol Rp 25.515.000.

Harga buyback yang berlaku hari ini adalah Rp 2.452.000 per gram, turun Rp 2.000 dari sebelumnya. Buyback adalah harga yang dipakai Antam jika pemilik emas ingin menjual kembali batangannya.

Rentang Harga Emas Sepekan dan Sebulan Terakhir

Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak dalam rentang Rp 2.637.000 hingga Rp 2.602.000 per gram. Pelemahan berlanjut dari akhir pekan kemarin.

Untuk periode sebulan, rentang harga emas Antam tercatat Rp 2.664.000 sampai Rp 2.602.000 per gram. Artinya, harga saat ini berada di batas bawah rentang bulanan.

Rincian Harga Emas Antam per Ukuran, Senin (14/9/2026)

Berikut daftar harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.351.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.602.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.144.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 7.691.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 12.785.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 25.515.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 63.662.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 127.245.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 254.412.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 635.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.271.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.542.600.000

Pajak Pembelian Emas Batangan

Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017. Pembeli yang menyertakan NPWP bisa mendapat tarif lebih rendah, yakni 0,45 persen.

Selisih harga jual dan buyback menjadi pertimbangan utama bagi investor emas fisik. Pada level hari ini, jarak antara harga jual Rp 2.602.000 dan buyback Rp 2.452.000 mencapai Rp 150.000 per gram.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top