KENDAL — Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas di Kabupaten Kendal. Lewat program Bersatu Siaga yang digelar di Desa Sumur, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengajak warga memulai perubahan dari unit terkecil: keluarga.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sumur, Jumat (3/7/2026), Tika—sapaan akrab bupati—menyoroti kebiasaan warga yang masih mencampur sampah organik dan anorganik. Ia meminta setiap rumah tangga mulai memilah sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara.
"Bersatu Siaga bukan hanya kegiatan bersih desa, tetapi kesempatan untuk menyapa, mendengar, dan merasakan semangat gotong royong warga," ujar Tika.
Selain pemilahan, Tika mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air atau sembarangan. Kebiasaan itu, menurutnya, memicu penyumbatan drainase dan berujung banjir saat musim hujan. Ia meminta budaya kerja bakti dihidupkan kembali secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada program pemda.
Tika tidak hanya berbicara di depan warga. Ia memberi instruksi tegas kepada para camat untuk melakukan pengawasan rutin terhadap pelaksanaan program bersih desa di wilayah masing-masing. Hasil pengawasan itu wajib dilaporkan setiap pekan.
Selain itu, camat diminta mengoptimalkan Program Kecamatan Berdaya yang mencakup layanan perlindungan perempuan dan anak, perhatian bagi lansia dan penyandang disabilitas, pengembangan Taruna Karya Mandiri (Zilenial), hingga penyediaan sport center sebagai wadah pembinaan generasi muda.
Di akhir sambutannya, Tika mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi membangun Kabupaten Kendal yang beribadat, berdikari, dan sejahtera. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat ekonomi desa melalui sektor pertanian, perdagangan, koperasi, dan ekonomi kerakyatan.
"Semoga Desa Sumur selalu rukun, warganya sehat, rezekinya lapang, dan generasi mudanya tumbuh menjadi kebanggaan daerah," ujarnya.