Menko Muhaimin Iskandar Resmi Buka Kebumen Job Fair 2026, 7.000 Lowongan Kerja Internasional Tersedia

Penulis: Yanto Prasetya  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:13:31 WIB
Menko Muhaimin Iskandar membuka Kebumen Job Fair 2026 dengan 7.000 lowongan kerja internasional.

KEBUMEN — Sebanyak 7.000 lowongan kerja internasional dibuka dalam Kebumen Job Fair 2026 yang resmi diluncurkan Menko Muhaimin Iskandar, Senin (15/4). Ribuan posisi tersebut mencakup sektor perhotelan, manufaktur, kesehatan, dan konstruksi yang tersebar di beberapa negara tujuan utama seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Negara Tujuan dan Sektor Pekerjaan yang Paling Diminati

Pemerintah Kabupaten Kebumen mencatat Jepang menjadi negara dengan permintaan tenaga kerja tertinggi, khususnya di bidang perawatan lansia dan pertanian. Sementara itu, Taiwan membuka banyak posisi di pabrik elektronik dan tekstil. “Kami pastikan seluruh lowongan sudah melalui verifikasi perjanjian kerja dan perlindungan tenaga kerja,” ujar Muhaimin di hadapan ribuan pencari kerja yang memadati GOR Candradimuka.

Pelatihan dan Sertifikasi Gratis bagi Calon Pekerja Migran

Untuk menjamin kualitas calon pekerja, Dinas Tenaga Kerja setempat menyediakan pelatihan bahasa dan keterampilan teknis secara gratis selama dua pekan ke depan. Program ini bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kebumen dan sejumlah perusahaan penempatan tenaga kerja Indonesia swasta. Pencari kerja yang lolos seleksi administrasi akan langsung mengikuti tes keterampilan di hari yang sama.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kebumen, Sumarno, menambahkan bahwa pihaknya menargetkan 2.000 peserta dapat ditempatkan dalam enam bulan pertama setelah job fair. “Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga memastikan hak-hak pekerja terlindungi sejak keberangkatan hingga kepulangan,” kata Sumarno.

Target Penempatan dan Dampak Ekonomi Daerah

Pemkab Kebumen mencatat angka pengangguran terbuka di kabupaten ini mencapai 7,8 persen pada awal 2026. Kehadiran job fair internasional ini diharapkan mampu menekan angka tersebut sekaligus meningkatkan remitansi yang masuk ke daerah. Sejumlah perwakilan perusahaan dari Malaysia dan Hong Kong juga turut hadir untuk menjaring tenaga kerja di sektor jasa dan perawatan.

Para pencari kerja yang hadir mengaku antusias karena sebagian besar lowongan tidak membutuhkan pengalaman kerja panjang. “Saya lulusan SMK jurusan perhotelan, langsung daftar ke perusahaan hotel di Dubai. Syaratnya hanya bisa bahasa Inggris dasar,” kata Siti, salah satu peserta dari Kecamatan Kutowinangun.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: investortrust.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top