BOYOLALI — Ratusan siswa SMAN 1 Boyolali menjalani pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah mereka, Selasa (18/2). Skrining itu merupakan hasil kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Puskesmas Boyolali 1, yang dirancang untuk mendeteksi dini masalah kesehatan pada pelajar. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.
Dalam skrining tersebut, para siswa diperiksa tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta kondisi gigi dan mulut. Pemeriksaan juga mencakup tes buta warna dan pemeriksaan mata untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak awal. Semua data hasil skrining dicatat dan akan ditindaklanjuti oleh pihak puskesmas jika ditemukan kelainan.
Tak hanya pemeriksaan fisik, petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada warga sekolah. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dampak buruk jajan sembarangan, serta manfaat olahraga teratur. “Kami ingin anak-anak sadar bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang. Mereka adalah calon generasi emas yang harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujar salah satu petugas dari Puskesmas Boyolali 1.
Program Makan Bergizi Gratis di sekolah menjadi momentum untuk membiasakan siswa dengan pola makan sehat. Dengan adanya skrining, pemerintah bisa memantau apakah asupan gizi yang diterima siswa sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. Kepala SMAN 1 Boyolali menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa rutin diadakan setiap semester.
Kegiatan ini merupakan contoh kolaborasi antara BPJS Kesehatan, puskesmas, dan sekolah dalam membangun kesadaran kesehatan di lingkungan pendidikan. Ke depan, skrining serupa direncanakan menyasar sekolah-sekolah lain di Kabupaten Boyolali. Dengan deteksi dini dan edukasi berkelanjutan, diharapkan angka stunting dan penyakit tidak menular pada remaja bisa ditekan.