YOGYAKARTA — Sebuah insiden di ajang Jogja Marathon 2026 di Yogyakarta memicu perbincangan hangat di media sosial setelah seorang ajudan yang tidak memiliki nomor BIB (Bib Number) diduga menjadi penyebab kemarahan seorang oknum perwira tinggi TNI. Warganet pun membandingkan situasi tersebut dengan pendekatan berbeda yang biasa ditunjukkan oleh mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam menghadapi keramaian publik.
Beredar narasi di platform X (sebelumnya Twitter) bahwa seorang ajudan dari oknum jenderal TNI memasuki area start lomba tanpa mengenakan BIB—nomor identitas peserta yang wajib dipakai. Kejadian ini diduga membuat sang jenderal marah besar di lokasi, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara atau TNI.
Video pendek dan tangkapan layar percakapan warganet mulai tersebar sejak Minggu malam. Banyak yang menyayangkan insiden tersebut karena dianggap mencoreng semangat sportivitas acara lari tahunan itu.
Alih-alih menyoroti pelanggaran ajudan, warganet justru ramai membandingkan reaksi oknum jenderal tersebut dengan pendekatan Ganjar Pranowo saat menjabat gubernur. Ganjar dikenal kerap turun langsung ke tengah warga tanpa pengawalan ketat dalam berbagai acara publik, termasuk acara olahraga. “Coba bayangin kalau Pak Ganjar yang ada di situ, pasti ajudannya disuruh ikut lari aja,” tulis seorang warganet. “Beda gaya kepemimpinan, beda juga cara ngatur ajudan di lapangan,” timpal yang lain.
Perbandingan ini mencuat karena Ganjar sering tampil sederhana dan akrab dengan peserta di acara-acara massal, sebuah kontras dengan insiden yang melibatkan ajudan tanpa BIB tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara Jogja Marathon 2026 belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Begitu pula dengan Pusat Penerangan TNI yang belum memberikan klarifikasi mengenai dugaan keterlibatan oknum perwiranya. Publik masih menunggu keterangan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan tindak lanjut dari peristiwa ini.
Jogja Marathon sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar di kawasan Malioboro hingga Tugu Yogyakarta. Ajang ini selalu menarik ribuan peserta dari berbagai daerah, termasuk kalangan pejabat dan tokoh publik.