SOLO — Keramaian perayaan ulang tahun ke-65 Presiden Joko Widodo di Solo, Minggu (22/6), berubah tegang saat seorang pria diduga mencopet pengunjung yang sedang asyik mengikuti acara. Aksi pelaku yang nekat beraksi di tengah ribuan warga itu nyaris berujung pada penganiayaan oleh massa sebelum petugas kepolisian bergerak cepat mengamankannya.
Perayaan yang digelar di kawasan Baluwarti, Solo, itu dipadati oleh warga dari berbagai kalangan yang ingin memberikan ucapan langsung kepada Presiden Jokowi. Di tengah situasi yang riuh dan padat itulah, pelaku diduga memanfaatkan celah untuk mengambil barang berharga milik pengunjung.
Seorang saksi mata mengatakan bahwa pelaku tampak gelisah saat mencoba bercampur dengan kerumunan. “Tiba-tiba ada teriakan ‘copet’ dari arah belakang. Orang-orang langsung kaget dan mulai mengejar,” ujarnya.
Jeritan korban yang menyadari barangnya hilang sontak membuat situasi di sekitar lokasi menjadi kacau. Beberapa warga yang berada di dekat pelaku langsung bereaksi dan berusaha menangkapnya. Pelaku sempat dikepung dan nyaris menjadi sasaran pukulan massa.
Beruntung, sejumlah personel kepolisian yang sudah disiagakan di titik-titik strategis lokasi acara segera turun tangan. Pelaku berhasil dievakuasi dari amukan massa dan langsung dibawa ke Mapolresta Solo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, petugas mendapati sedikitnya tiga orang warga yang mengaku kehilangan barang berharga, seperti ponsel dan dompet, saat acara berlangsung. Polisi masih mendata para korban dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap motif serta jaringan pelaku.
“Kami masih melakukan pendalaman. Barang bukti yang diamankan akan menjadi petunjuk untuk pengembangan kasus ini,” kata salah seorang petugas di lokasi.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada ketika berada di kerumunan besar. Meskipun acara berlangsung meriah dan penuh sukacita, peluang bagi pelaku kejahatan jalanan tetap ada jika pengamanan diri dan barang bawaan lengah.
Pihak kepolisian mengimbau warga untuk selalu menjaga barang berharga dan segera melapor jika melihat atau mengalami tindak kriminal. Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.