Seleksi Beasiswa Santri Jateng 2026 Digelar Super Ketat, Wagub Taj Yasin Tegaskan Tidak Ada Titip-Menitip

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Senin, 22 Juni 2026 | 07:47:31 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan seleksi beasiswa santri 2026 tanpa titip-menitip.

BANYUMAS — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan peringatan keras kepada calon peserta program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026. Ia menegaskan tidak akan ada celah bagi praktik titip-menitip dalam proses seleksi yang tengah berlangsung saat ini.

“Jadi jangan berharap nanti nitip Pak Yasin supaya bisa lolos ya. Kami ingin terbuka,” ucap Gus Yasin, sapaan akrabnya, di hadapan para santri dan pengurus pondok pesantren di Banyumas.

Melibatkan Ulama dan Akademisi dalam Seleksi

Untuk menjaga akuntabilitas, Gus Yasin menjelaskan bahwa proses seleksi tidak hanya dilakukan oleh birokrat. Panitia sengaja melibatkan perwakilan dari ulama, pengelola pondok pesantren, hingga akademisi.

Bahkan, mekanisme seleksinya disebut akan menyertakan ujian membaca kitab kuning atau kitab klasik. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas calon penerima beasiswa benar-benar mumpuni di bidang keagamaan.

Pendaftar Tembus 800 Santri, Pendaftaran Dalam Negeri Masih Dibuka

Antusiasme terhadap program ini tercatat sangat tinggi. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 800 santri yang mendaftar secara daring melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni.

Untuk kategori beasiswa luar negeri, pendaftaran telah ditutup pada 13 Juni 2026 dan kini memasuki tahap seleksi yang akan berlangsung hingga 4 Juli mendatang. Sementara itu, bagi pendaftar program beasiswa S1 dalam negeri, masa pendaftaran masih berlangsung hingga 10 Juli 2026. Proses seleksi untuk kategori ini dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Strategi Pemprov Tingkatkan SDM Santri

Gus Yasin menyebut program beasiswa santri dan pengasuh pesantren merupakan upaya strategis Pemprov Jawa Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini memberikan akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri yang selama ini mungkin terbatas.

Pada kesempatan yang sama, Wagub juga menyerahkan tali asih atau bisyaroh kepada 18 santri penghafal Al-Qur’an dari Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Lelet. Pemberian ini merupakan bentuk penghargaan bagi santri di Jawa Tengah yang menghafalkan Al-Qur’an.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: lingkartv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top