JAWA TENGAH — Pabrikan asal Modena, Italia, itu sudah tidak lagi memproduksi sedan konvensional sejak model tahun 2023. Quattroporte dan Ghibli, dua andalan mereka di segmen empat pintu, resmi dihentikan produksinya. Namun, dalam konferensi pers peluncuran GranTurismo dan Grecale facelift, pejabat tinggi Maserati memastikan kisah sedan mereka belum usai.
"Dunia penuh dengan SUV. Tapi interpretasi modern dari sebuah sedan bisa berubah. Saya percaya akan ada ruang untuk semacam sedan, yang sedikit lebih tangguh dari sebelumnya, namun tetap agresif," ujar Santo Ficili, COO Maserati, dalam panggilan diskusi yang dikutip dari Autoweek.
Ficili secara spesifik menyebutkan kata 'Quattroporte' tengah mencari bentuk baru. Menurutnya, masih ada celah yang belum tersentuh antara kategori SUV dan sedan. "Pada akhirnya, ada jembatan yang belum dibuat antara SUV dan sedan. Saya percaya ada ruang bagi kami untuk menemukan mobil yang tepat untuk dikerjakan," tambahnya.
Pernyataan ini diperkuat oleh Cristiano Fiorio, Chief Marketing Officer Maserati. Ia mengakui bahwa permintaan pelanggan setia menjadi pendorong utama pengembangan model tersebut. "Kami saat ini tidak hadir di segmen E ini, di mana kami memiliki warisan cerita kami, yaitu Quattroporte dan Ghibli. Ke arah ini, kami sedang mengembangkan model baru karena ada permintaan spesifik dari pelanggan," jelas Fiorio.
Kembalinya Maserati ke segmen sedan bukan isapan jempol belaka. Pabrikan Italia itu sudah memiliki fondasi teknis yang solid, terutama mesin twin-turbo 3.000 cc Nettuno V6. Jantung mekanis ini dinilai luas dan sudah terbukti performanya, memberi fleksibilitas tenaga bagi Maserati untuk bermain-main dengan berbagai varian.
Meski belum ada detail spesifik soal bentuk akhir atau platform yang digunakan, Ficili memberi isyarat bahwa model baru ini akan mengadopsi ground clearance atau karakteristik layaknya crossover. Artinya, penggemar mungkin tidak akan melihat sedan rendah dan ramping seperti Quattroporte generasi sebelumnya.
Baik Quattroporte maupun Ghibli dikenal luas berkat kenyamanan kabin dan suara knalpot yang khas, meskipun catatan keandalannya sempat dipertanyakan. Kini, Maserati harus memutuskan apakah akan menghidupkan kembali nama legendaris itu atau memulai dari halaman kosong dengan model yang sepenuhnya baru.