JAWA TENGAH — Guncangan keras terjadi sekitar pukul 10.14 WITA, berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi episenter berada sekitar 28 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di zona patahan aktif yang sudah dipetakan BMKG sebagai Sesar Sausu. Getaran dirasakan cukup kuat selama 3-5 detik, memicu kepanikan warga yang masih trauma dengan gempa dan likuifaksi dahsyat tahun 2018 lalu.
Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, sedikitnya 15 unit rumah dan 3 fasilitas umum mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sebagian besar kerusakan berupa retakan dinding dan genteng berjatuhan. Belum ada laporan korban jiwa hingga berita ini diturunkan.
"Warga langsung berhamburan keluar rumah. Kami sempat khawatir karena getarannya cukup besar," ujar Kepala BPBD Kota Palu, Ahmad Rifai, saat dihubungi. Ia mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu tsunami yang tidak bertanggung jawab.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar geser (strike-slip). Jenis pergerakan ini secara vertikal sangat minimal, sehingga tidak mampu mendorong massa air laut secara signifikan. "Mekanisme sesar geser tidak menghasilkan deformasi dasar laut yang cukup untuk membangkitkan tsunami," jelas Daryono dalam keterangan resmi.
BMKG juga mencatat tidak ada aktivitas gempa susulan yang signifikan dalam satu jam pertama pascagempa utama. Meski demikian, pihaknya tetap mengaktifkan sistem peringatan dini dan memantau pergerakan Sesar Sausu secara real-time.
Sesar Sausu merupakan salah satu segmen dari Sesar Palu-Koro yang membentang dari Teluk Palu hingga Teluk Bone. Wilayah ini dikenal memiliki tingkat seismisitas tinggi. Gempa serupa pernah terjadi pada 2018 dengan skala lebih besar, yang memicu bencana likuifaksi di Petobo dan Balaroa.
Pemerintah daerah kini masih melakukan pendataan menyeluruh. Warga di daerah perbukitan dan lereng curam diminta waspada terhadap potensi longsor susulan akibat getaran. "Kami instruksikan tim reaksi cepat untuk turun ke lapangan. Prioritas kami adalah memastikan tidak ada korban tertimbun," pungkas Ahmad Rifai.