Jurnalis PC Gamer Uji 6 Monitor Gaming: 360 Hz Jadi Titik Manis Sebelum Hasil Makin Menurun Drastis

Penulis: Xander Situmorang  •  Senin, 15 Juni 2026 | 12:59:01 WIB
Jurnalis PC Gamer menemukan 360 Hz sebagai titik optimal sebelum penurunan performa drastis pada monitor gaming.

Jacob Fox, jurnalis hardware PC Gamer yang telah bertahun-tahun mengulas perangkat gaming kelas atas, mengakui bahwa dirinya sempat percaya 144 Hz adalah batas akhir yang masuk akal. Namun, setelah menghabiskan waktu berjam-jam menguji monitor Zowie XL2586X+ (600 Hz) dan Alienware AW2525HM (320 Hz) sambil bermain Counter-Strike 2, keyakinan itu runtuh total.

"Saya rasa saya tidak bisa kembali ke monitor di bawah 240 Hz," tulis Fox dalam laporannya, seperti dikutip dari artikel berjudul After gaming on pro-level panels I can tell you now that 360 Hz is the sweet spot for gaming monitors.

Lompatan 144 Hz ke 240 Hz: Peningkatan Paling Nyata

Fox melakukan pengujian subjektif dan objektif menggunakan alat LDAT (Latency and Display Analysis Tool) dari Nvidia. Hasilnya, meski selisih latensi ujung-ke-ujung antar refresh rate hanya dalam hitungan sub-milidetik (144 Hz: 7,5 ms, 240 Hz: 7 ms, 360 Hz: 7,38 ms, 600 Hz: 6,81 ms), perbedaan pengalaman bermain sangat terasa.

"Loncatan dari 144 Hz ke 240 Hz memberikan peningkatan yang sangat terlihat dalam pengalaman bermain dan seberapa baik saya bermain," jelas Fox. Sementara itu, kenaikan dari 240 Hz ke 360 Hz masih cukup berarti secara pengalaman, tetapi tidak berdampak langsung pada skor atau performanya sebagai pemain non-profesional.

Mengapa 360 Hz Jadi Pilihan Paling Bijak

Fox menekankan bahwa diminishing returns atau hasil yang semakin menurun memang nyata, tetapi tidak sedrastis yang dibayangkan banyak orang. Menurutnya, titik di mana peningkatan refresh rate mulai memberikan hasil yang sangat tipis adalah setelah 360 Hz.

"Untuk uang saya, 360 Hz adalah sweet spot sebelum penurunan hasil yang nyata mulai terjadi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa 240 Hz masih menjadi pilihan yang sangat baik bagi mereka yang memiliki anggaran ketat, tetapi tidak akan pernah kembali ke 144 Hz atau 165 Hz untuk bermain game kompetitif.

Kunci Lain: Frame Rate Tak Terbatas Lebih Penting dari VRR

Pengujian Fox juga mengungkap temuan penting lainnya: memiliki frame rate yang tidak dibatasi (uncapped) ternyata lebih efektif menurunkan latensi dibandingkan mengandalkan teknologi VRR (Variable Refresh Rate) seperti FreeSync. Ia mencontohkan, pada monitor Alienware, latensi 320 Hz dengan VRR mati dan frame rate tidak dibatasi hanya 6,2 ms, lebih rendah dibandingkan 7,62 ms saat VRR aktif dan frame rate dibatasi.

"Lebih baik memiliki frame rate yang tidak dibatasi jika sistem Anda mampu menghasilkan frame rate lebih tinggi dari refresh rate monitor," tulis Fox. Sebaliknya, jika sistem tidak mampu, disarankan untuk membatasi frame rate sedikit di bawah refresh rate dan mengaktifkan VRR untuk menghindari screen tearing.

Peringatan: Tidak Semua Orang Sama, Tidak Semua Panel Sama

Fox mengingatkan bahwa hasil ini tidak bersifat universal. Tipe panel (OLED, VA, IPS) sangat memengaruhi kecepatan respons piksel. Demikian pula faktor usia dan tingkat keahlian pemain. Seorang pro gamer muda kemungkinan bisa mengambil manfaat lebih dari loncatan 240 Hz ke 360 Hz dibandingkan Fox yang berusia 31 tahun.

Yang terpenting, semua pembahasan ini menjadi tidak relevan jika kartu grafis tidak mampu memproduksi frame rate yang cukup untuk mengimbangi refresh rate monitor. Untuk pemain game kasual yang duduk santai dengan controller, Fox mengakui bahwa 144 Hz sudah lebih dari cukup.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top