JAWA TENGAH — Kemenangan dramatis itu diraih di Stadion Guadalajara, Meksiko. Taegeuk Warriors sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Ladislav Krejci pada menit ke-59. Namun, Hwang Inbeom menyamakan kedudukan di menit ke-67 sebelum Oh Hyeon-Gyu memastikan tiga poin lewat golnya pada menit ke-80.
Yang membuat cerita ini spesial adalah kondisi fisik Oh Hyeon-Gyu. Sang striker mengaku demam tinggi dan ragu bisa bermain. "Suhu tubuh saya hari ini naik hingga 38 derajat, karena saya merasa tidak enak badan. Saya bertanya-tanya apakah saya bahkan bisa bermain," ungkapnya, seperti dilansir situs resmi FIFA.
Oh Hyeon-Gyu bersyukur bisa membantu tim dan memuji kinerja staf medis. "Itu mungkin berkat staf kami dan tim medis. Saya tidak bisa menjelaskan emosi saya dengan kata-kata," tambahnya.
Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-Bo, memberikan apresiasi khusus kepada anak asuhnya. Ia menilai kemenangan ini bukan sekadar soal hasil, melainkan tentang semangat juang yang ditunjukkan. "Ini adalah pertandingan pertama kami dan pertandingan yang sangat sulit. Kemenangan itu sendiri membuat saya bahagia, tetapi yang lebih positif adalah anak-anak kami menang dengan tidak menyerah," tutur Hong Myung-Bo.
Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku sudah yakin timnya mampu membalikkan keadaan. "Saya tahu bahwa kami lebih dari mampu untuk menang, jadi saat skor 1-1 saya mengatakan kepada anak-anak untuk terus bermain seperti yang telah kami lakukan," sambungnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Korea Selatan di Grup A. Pada laga berikutnya, mereka harus menghadapi Meksiko yang berstatus sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. "Sekarang, Meksiko adalah pertandingan penting lainnya. Kami akan menghabiskan minggu depan untuk mempersiapkan diri dengan baik," beber Hong Myung-Bo.
Laga melawan Meksiko diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas Taegeuk Warriors, terutama jika mereka kembali menghadapi tekanan seperti saat melawan Ceko.