Pemprov Jateng Realokasi Rp200 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak, Waka DPRD Apresiasi Terbitnya Perkada

Penulis: Vino Bastian  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 19:26:31 WIB
Pemprov Jateng realokasi dana Rp200 miliar untuk percepatan perbaikan jalan rusak.

SEMARANG — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menilai penerbitan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk penanganan jalan rusak sebagai langkah strategis yang patut didukung. Melalui regulasi tersebut, Pemprov Jateng bisa menggeser alokasi dana hingga Rp200 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan tanpa harus menunggu perubahan APBD.

“Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Saleh di Semarang, baru-baru ini.

Ruas Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas

Saleh secara spesifik menyoroti kondisi ruas jalan Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora yang sempat menjadi sorotan publik karena kerusakannya cukup parah. Menurutnya, prioritas perbaikan pada ruas jalan yang rusak berat sudah tepat sasaran.

“Prioritas perbaikan pada ruas jalan yang rusak berat sudah tepat karena manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Mengapa Perkada Dipilih?

Penerbitan Perkada menjadi solusi agar proses perbaikan jalan tidak terhambat siklus birokrasi anggaran yang panjang. Biasanya, realokasi anggaran sebesar Rp200 miliar harus menunggu pembahasan APBD Perubahan yang memakan waktu berbulan-bulan.

Dengan adanya Perkada, Pemprov Jateng memiliki fleksibilitas untuk menggerakkan anggaran lebih cepat. Hal ini dinilai krusial mengingat kondisi jalan yang rusak berat bisa menghambat distribusi logistik dan mobilitas warga.

Kualitas Pekerjaan Harus Dijaga

Selain mendorong percepatan, Saleh juga mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan di lapangan dilakukan dengan standar kualitas yang baik. Ia berharap hasil perbaikan bisa lebih awet dan tidak cepat rusak kembali dalam waktu singkat.

“Percepatan perbaikan jalan tidak bisa ditunda. Namun, kualitas pengerjaan juga harus menjadi perhatian utama agar pembangunan lebih awet,” pungkasnya.

Pemprov Jateng sendiri belum merilis daftar lengkap ruas jalan yang masuk dalam prioritas perbaikan tahap pertama. Namun, sejumlah titik di jalur pantura dan jalur selatan Jawa Tengah diperkirakan menjadi sasaran utama realokasi anggaran tersebut.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top