SOLO — Pelaksanaan SPMB SKO di Kota Solo untuk tahun ajaran 2026/2027 mendapat sorotan tajam dari DPRD setempat. Komisi IV yang membidangi pendidikan menilai proses seleksi berlangsung tidak transparan dan penuh kejanggalan administratif.
Salah satu persoalan paling mencolok adalah ketidakcocokan data antara jumlah peserta yang dinyatakan lulus dengan data pendukung yang dimiliki panitia. Komisi IV menemukan adanya selisih angka yang tidak bisa dijelaskan secara administratif.
“Data kelulusan yang disodorkan panitia tidak sinkron dengan dokumen verifikasi awal. Ini indikasi lemahnya pengawasan internal,” kata anggota Komisi IV DPRD Solo dalam rapat evaluasi pekan lalu.
Selain data kelulusan, minimnya transparansi nilai juga menjadi catatan kritis. Dewan mendesak panitia membuka akses publik terhadap rincian skor agar tidak menimbulkan kecurigaan di kalangan orang tua calon siswa.
Proses verifikasi peserta disebut tidak berjalan ketat. Beberapa dokumen persyaratan peserta dinyatakan lolos tanpa melalui pengecekan ulang yang memadai. Akibatnya, muncul dugaan peserta tidak memenuhi kriteria khusus SKO tetap dinyatakan lulus.
Komisi IV meminta Dinas Pendidikan Pemkot Solo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi SKO sebelum tahun ajaran baru dimulai. Rekomendasi ini mencakup pembenahan prosedur verifikasi dan pembentukan tim pengawas independen.
“Jangan sampai kejadian serupa terulang. SKO adalah sekolah khusus yang butuh transparansi lebih tinggi,” ujar anggota dewan lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Solo belum memberikan tanggapan resmi atas rapor merah yang diberikan DPRD. Orang tua calon siswa berharap ada perbaikan sistem agar tidak ada pihak yang dirugikan.