KUDUS — Program tali asih bagi penghafal Al-Qur’an dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali digulirkan. Kali ini, 15 santri dari Pondok Pesantren Al Fattah Raudhatul Qur’an, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, menjadi penerima. Mereka telah menyelesaikan hafalan 30 juz dan menerima bisyarah langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Selasa (9/6).
Dalam sambutannya, Taj Yasin menekankan bahwa wisuda bukanlah garis finis bagi para hafiz. Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, tanggung jawab seorang penghafal Al-Qur’an justru lebih besar setelah menyelesaikan 30 juz.
“Adik-adik yang sudah hafal Al-Qur’an jangan berhenti sampai di sini. Hafalannya harus terus dijaga, dibaca, dan diulang. Semakin hafal Al-Qur’an, seharusnya semakin banyak pula interaksinya dengan Al-Qur’an,” ujar Taj Yasin.
Gus Yasin juga menyoroti peran vital orang tua dalam proses menghafal. Menurutnya, kesuksesan seorang santri tidak lepas dari pendampingan keluarga yang konsisten.
“Jangan setelah diwisuda lalu dianggap selesai. Perjalanan masih panjang. Hafalan harus terus dijaga dan diperdalam. Orang tua juga perlu terus mendampingi dan memperhatikan perkembangan anak-anaknya,” pesannya.
Pernyataan itu diamini oleh para wali santri yang hadir. Siti Aisyah (53), salah seorang wali santri, mengaku terharu saat putranya menerima bisyarah dari Wakil Gubernur. “Alhamdulillah, syukur banget putra saya bisa haflah hari ini. Semoga mendapat barokah. Matur suwun sanget Bapak Taj Yasin sudah memberikan bisyarah kepada putra saya,” ujarnya.
Bagi para santri, momen tersebut menjadi pengalaman berharga. Mauliya Aisyah Nilam Amira, salah satu penerima bisyarah, mengungkapkan rasa senangnya. “Senang, terima kasih Bapak Wagub,” ucapnya singkat.
Muhammad Luliyan Hafiz, santri lainnya, mengaku pertemuan dengan Wagub Taj Yasin menjadi kenangan pertama yang tidak akan dilupakannya. “Senang banget rasanya bisa ketemu Wakil Gubernur. Ini pengalaman pertama kali. Harapannya bisa bertemu kembali, dan program ini terus dilanjutkan,” katanya.
Melalui program bisyarah ini, Pemprov Jateng berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an. Taj Yasin menjelaskan bahwa pemberian tali asih merupakan bentuk penghormatan kepada mereka yang mendedikasikan diri menjaga wahyu Allah. Program ini dinilai bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga perhatian nyata pemerintah terhadap perjuangan para penghafal Al-Qur’an di Jawa Tengah.