SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka lebar pintu investasi bagi perusahaan asing. Kali ini, The Marq International SDN BHD asal Malaysia menyatakan minatnya untuk masuk ke sektor energi, pertanian, dan infrastruktur di wilayah tersebut.
Gubernur Ahmad Luthfi secara langsung memaparkan sejumlah peluang yang bisa digarap investor. Dalam pertemuan yang juga dihadiri direksi badan usaha milik daerah (BUMD) itu, ia menyebut PT JPEN tengah fokus pada pemanfaatan CNG sebagai alternatif elpiji.
Selain itu, JTAB menawarkan pengembangan agribisnis dan agrowisata. Sementara PT PRPP membuka peluang pengembangan kawasan PRPP secara lebih komprehensif.
Di bidang infrastruktur, Luthfi menawarkan potensi pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Ia juga menyebut Dry Port di Batang dan Kendal sebagai pendukung logistik kawasan industri dan ekonomi khusus.
Pemerintah provinsi, kata Luthfi, mendukung penuh investasi yang masuk, baik dari dalam maupun luar negeri. Dukungan itu diwujudkan melalui perizinan yang mudah, kondusivitas wilayah, kawasan industri yang siap pakai, serta ketersediaan tenaga kerja.
Untuk sektor pariwisata, Gubernur menyebut ada seribu desa wisata dan aglomerasi wisata yang bisa dikembangkan. Pemerintah juga tengah mengupayakan pengembangan wisata ramah Muslim sebagai nilai tambah bagi wisatawan dari negara-negara Timur Tengah dan Asia.
"Kami punya seribu desa wisata dan aglomerasi wisata. Selain itu juga sedang kami upayakan pengembangan wisata ramah Muslim," kata Luthfi dalam pernyataan resmi yang diterima di Semarang.
CEO The Marq International SDN BHD, Steven Wei, mengapresiasi sambutan hangat dari Gubernur. Ia menilai Jawa Tengah sebagai salah satu daerah yang sangat terbuka bagi investor.
"Saya gembira karena Pak Gubernur sangat mendukung untuk membuat kerja sama. Tidak hanya dengan Malaysia, tetapi juga China, Korea, dan negara lain yang terhubung dengan kami. Ini waktu yang tepat untuk investasi ke Jawa Tengah," ujar Steven Wei.
Rencana investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Jawa Tengah.