Polisi Kawal 10 Ton Jagung Petani Singkawang ke Gudang Bulog, Jaga Stok Pangan Daerah

Penulis: Xander Situmorang  •  Senin, 08 Juni 2026 | 19:37:01 WIB
Polisi mengawal pengiriman 10 ton jagung dari petani Singkawang menuju Gudang Bulog untuk menjaga stok pangan.

JAWA TENGAH — Jagung sebanyak 10 ton itu dikirim menggunakan satu unit truk dari lokasi panen menuju Gudang Bulog Kota Singkawang yang berada di Jalan Sagatani, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan. Total muatan mencapai 200 karung, masing-masing berisi 50 kilogram jagung.

Polisi Turun Langsung Awasi Muat hingga Berangkat

Personel Polsek Singkawang Barat, Anton Ariatna dan Heru Triyanto, melakukan pemantauan langsung sejak proses pemuatan jagung ke atas truk hingga kendaraan meninggalkan lokasi menuju gudang tujuan. Pengawasan ketat ini dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Singkawang Barat, Lusiana Feni, menyatakan keterlibatan aparat kepolisian dalam distribusi hasil pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. “Kehadiran Polri bertujuan memberikan rasa aman kepada petani dan pelaku usaha dalam proses penyaluran hasil panen,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.

Manfaat Langsung untuk Petani dan Pasokan Daerah

Dengan adanya pengawalan ini, hasil pertanian masyarakat diharapkan bisa terserap dengan baik oleh Bulog. Hal itu tidak hanya menguntungkan petani dari sisi kepastian distribusi, tetapi juga memperkuat ketersediaan pangan di Kota Singkawang dan sekitarnya.

Lusiana menambahkan, sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan Polri dinilai mampu membuat rantai distribusi hasil pertanian berjalan lebih efektif. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pengiriman jagung ini menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan dari tingkat hulu. Ke depan, pola pengawalan serupa diharapkan bisa diterapkan secara berkala, terutama saat musim panen raya tiba.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: beritaborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top