Santri Ponpes Al Anwar 4 Sarang Rembang Tanam 400 Bibit Mangrove dan 200 Ketapang di Pantai Temperak, Rayakan Kelulusan

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 22:53:01 WIB
Santri Ponpes Al Anwar 4 Sarang menanam 650 bibit pohon di Pantai Temperak untuk pelestarian lingkungan pesisir.

REMBANG — Ratusan santri Pondok Pesantren Al Anwar 4 Sarang, Rembang, memilih cara berbeda untuk merayakan kelulusan. Mereka turun ke Pantai Temperak menanam 400 bibit mangrove dan 200 pohon ketapang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (7/7/2026) ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Kehadiran Gus Yasin, sapaan akrabnya, menjadi penyemangat tersendiri bagi para santri yang rela berjalan di area berlumpur dan berpanas-panasan.

Merayakan Wisuda dengan Menanam Pohon

Salah satu santri, Konita Tunada, mengaku senang bisa terlibat langsung. Ia menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman baru yang berkesan menjelang kelulusan.

"Seru sekali karena ini pengalaman baru. Bisa bareng-bareng sama teman satu angkatan. Ini juga bagian dari merayakan wisuda terakhir bersama teman-teman," ujarnya.

Selain mangrove dan ketapang, pihak ponpes juga mengajak santri menanam 50 pohon cemara di lokasi yang sama. Total bibit yang ditanam mencapai 650 pohon dalam satu hari.

Mageri Segoro: Program Pemprov Jateng Lawan Abrasi

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menjelaskan, penanaman ini merupakan bagian dari program Mageri Segoro yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini tidak hanya fokus pada rehabilitasi kawasan pesisir, tetapi juga membangun budaya menjaga lingkungan di tengah masyarakat.

"Kita mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan," kata Gus Yasin.

Ia menambahkan, kawasan pantai di Jawa Tengah menghadapi ancaman abrasi yang membutuhkan perhatian serius. Edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan, termasuk melalui pesantren, harus terus digalakkan.

"Pesisir Jawa Tengah banyak yang terkena abrasi. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi kita menyelamatkan bibir-bibir pantai yang ada di Jawa Tengah," tegasnya.

Santri Jadi Garda Depan Pelestarian Pesisir

Pemprov Jateng mendorong lebih banyak pondok pesantren untuk terlibat dalam gerakan serupa. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan.

"Nanti pondok-pondok pesantren bisa berkolaborasi sehingga muncul kecintaan terhadap ekologi," ujar Gus Yasin.

Antusiasme para santri terlihat dari semangat mereka yang rela berpanas-panasan dan berjalan di area berlumpur untuk menanam bibit mangrove. Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama yang memberi kesan mendalam.

Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis para santri dan generasi muda terhadap kelestarian pesisir.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: jateng.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top