JAWA TENGAH — Depo BBM Samarinda yang dikelola PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bukan sekadar tembok tinggi pemisah kawasan industri. Bagi warga Kelurahan Teluk Lerong Ulu (TLU), keberadaan fasilitas ini telah menjadi bagian dari keseharian mereka selama puluhan tahun.
Di balik operasionalnya yang vital—mendistribusikan BBM ke Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kota Bontang, hingga Kutai Timur—tersimpan kisah tentang bagaimana sebuah perusahaan BUMN dan masyarakat bisa saling tumbuh.
Abdurrahim, 26 tahun, Ketua Pemuda Gang Manggis yang merupakan warga RT 15, mencontohkan kedekatan itu. Menurutnya, Pertamina selalu mendukung kegiatan positif pemuda setempat sebagai penggerak ekonomi.
“Di gang kami, Pertamina sangat peduli apapun kegiatan positif kami, selalu support. Komunikasi dengan Pertamina juga sangat baik,” ujar pria yang akrab disapa Ahim itu.
Ia menambahkan, ketika warga beberapa hari lalu melaporkan bau minyak BBM, pihaknya bisa membantu menjelaskan bahwa itu adalah proses normal bongkar muat dari kapal ke tangki. “Jadi aman,” katanya.
Baru-baru ini, Pertamina Patra Niaga menggelar pelatihan barista yang diikuti 15 pemuda dari RT 15, 16, dan 17. Perusahaan turut membantu menyediakan mesin pengolah kopi modern. Pelatihan itu disebut sebagai bentuk dukungan nyata agar pemuda memiliki keterampilan dan bisa membuka peluang usaha.
Ketua RT 16, Taufik, yang dipercaya mewakili tiga RT, mengapresiasi perhatian Pertamina. Menurutnya, selain pelatihan, perusahaan juga rutin menggelar simulasi penanganan kondisi darurat. Sekitar 50 pemuda di tiga RT tersebut dilibatkan sebagai relawan dalam simulasi berkala.
“Alhamdulillah untuk itu ada simulasi darurat rutin. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ada simulasi berkala, agar masyarakat tidak kaget apa yang harus dan akan dilakukan,” jelas Taufik.
Ia berharap simulasi semacam itu bisa lebih ditingkatkan dan lebih intens ke depannya. “Keberadaan pemuda di sini juga sebagai relawan, sebagai bagian dari kesiapsiagaan,” tambahnya.
Taufik juga menyinggung isu miring yang kerap muncul soal operasional depo. Menurutnya, respons masyarakat akan tetap baik selama Pertamina konsisten menjaga komunikasi dan kepedulian. “Seperti kemarin, membantu menyumbang hewan kurban. Idulfitri, juga ada bantuan untuk dhuafa dan fakir berupa sembako,” sebutnya.
Di tengah hubungan yang erat itu, rencana pemindahan depo ke lokasi baru di Palaran terus berprogres. Izin pendirian dari Pemerintah Kota Samarinda telah keluar pada 2021. Terminal BBM terintegrasi di Palaran digadang sebagai pengganti Depo Jalan Cendana, seiring makin padatnya permukiman di sekitar lokasi lama.
Namun, proses pemindahan tidaklah mudah. Penempatan lokasi baru depo membutuhkan kajian dan persiapan matang. Hingga kini, pembangunan terus berjalan, sementara warga di Ring 1 tetap menjalani keseharian mereka—berdampingan dengan aktivitas distribusi energi yang telah menjadi bagian dari sejarah kota Samarinda.