SUKOHARJO — Kawasan wisata andalan di lereng Gunung Lawu itu menjadi pusat perhatian saat puluhan relawan dari berbagai komunitas bergotong royong memungut sampah yang berserakan. Mereka menyusuri area bebatuan dan jalur setapak yang biasa dilalui pengunjung.
Agus menjelaskan, pemilihan Batu Seribu bukan tanpa alasan. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi favorit warga Sukoharjo dan sekitarnya, sehingga volume sampah yang ditinggalkan pengunjung kerap meningkat drastis saat akhir pekan.
"Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 mengusung tema 'Saatnya Bekerja untuk Iklim'. Aksi ini adalah langkah konkret, bukan sekadar seremonial," ujar Agus di sela kegiatan.
Kegiatan tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik. Para relawan juga melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik untuk kemudian diangkut ke tempat pengolahan. DLH Sukoharjo menargetkan kawasan wisata ini bebas dari timbunan sampah plastik dalam waktu dekat.
Agus menambahkan, pihaknya akan terus menggencarkan kampanye pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. "Kami ingin pengunjung sadar bahwa membawa pulang sampah sendiri adalah kontribusi kecil yang berdampak besar bagi iklim," kata dia.
Ke depannya, DLH berencana menempatkan lebih banyak tempat sampah terpilah di titik-titik strategis Batu Seribu. Sosialisasi kepada pengelola dan pedagang sekitar juga akan diperkuat agar kebersihan kawasan terjaga secara berkelanjutan.
Dengan aksi nyata ini, Sukoharjo ingin menunjukkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukanlah agenda tahunan tanpa dampak. "Saatnya Bekerja untuk Iklim" diartikan sebagai ajakan bergerak, mulai dari membersihkan tempat wisata sendiri.