SEMARANG — Kementerian Sosial membuka peluang bagi para pendidik di Jawa Tengah untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai Guru Sekolah Rakyat pada 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk menghadirkan akses pendidikan setara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sekolah Rakyat adalah lembaga pendidikan yang dirancang khusus oleh Kemensos untuk menyasar anak-anak dari kalangan kurang mampu. Berbeda dengan sekolah reguler, kurikulum dan sistem pembinaan di sekolah ini akan diintegrasikan dengan program pemberdayaan sosial keluarga. Guru yang lolos seleksi nantinya akan menjadi ujung tombak dalam menjalankan misi tersebut.
Kemensos menetapkan sejumlah persyaratan dasar yang wajib dipenuhi calon pelamar. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis, berikut garis besar kualifikasinya:
Hingga saat ini, Kemensos belum merilis tanggal pasti pembukaan pendaftaran. Namun, kalender seleksi CASN 2026 yang beredar di internal kementerian mengindikasikan bahwa proses administrasi akan dimulai pada pertengahan tahun. Pelamar diimbau untuk terus memantau portal resmi kemensos.go.id dan sscasn.bkn.go.id agar tidak ketinggalan informasi.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SSCASN. Berikut tahapan yang harus dilalui calon peserta:
Setelah verifikasi administrasi, peserta akan mengikuti seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang yang jadwalnya akan diumumkan kemudian.
Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu prioritas penempatan mengingat angka anak putus sekolah di wilayah ini masih cukup tinggi, terutama di daerah kantong kemiskinan seperti Brebes, Pemalang, dan Grobogan. Kehadiran guru PPPK di Sekolah Rakyat diharapkan mampu menekan angka tersebut dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
Kemensos juga memastikan bahwa gaji dan tunjangan bagi guru PPPK Sekolah Rakyat setara dengan standar PPPK guru pada umumnya yang diatur dalam Peraturan Presiden. Hal ini untuk menarik minat tenaga pendidik berkualitas agar bersedia mengabdi di sekolah-sekolah tersebut.