SUKOHARJO — Lahan seluas hampir satu hektare di jantung Kecamatan Kartasura yang dulu dikenal sebagai terminal angkutan umum, perlahan berubah wajah. Di atasnya, kini tumbuh rangka baja masjid yang ditargetkan menjadi pusat ibadah dan kegiatan warga.
Proyek pembangunan Masjid Kartasura ini menggunakan skema Dana Alokasi Umum (DAU). Nilai kontrak yang telah ditandatangani mencapai Rp 21 miliar. Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan bahwa proyek ini merupakan prioritas daerah.
Eks terminal Kartasura selama bertahun-tahun menjadi wajah kusam kota. Kini, lahannya disulap menjadi bangunan megah berlantai dua yang dirancang mampu menampung ribuan jemaah.
“Pembangunan masjid ini bukan hanya untuk ibadah, tapi juga untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar,” ujar Etik dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, pekan lalu.
Dana sebesar Rp 21 miliar tersebut mencakup konstruksi bangunan utama, area parkir, serta fasilitas penunjang seperti tempat wudhu dan ruang serbaguna. Material yang digunakan dipilih dari kelas premium agar bangunan kokoh hingga puluhan tahun.
Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pemenang lelang yang telah melewati proses tender terbuka. Pengawasan dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Sukoharjo untuk memastikan tidak ada penyimpangan anggaran.
Bupati Etik menargetkan masjid ini bisa digunakan pada akhir tahun 2026. Jika sesuai jadwal, proses pembangunan akan memakan waktu sekitar 18 bulan sejak kontrak ditandatangani.
“Kami minta kontraktor bekerja cepat tapi tetap menjaga kualitas. Masyarakat Kartasura sudah lama menunggu fasilitas ibadah yang representatif,” tambah Etik.
Keberadaan masjid baru ini diprediksi mengubah pergerakan ekonomi di kawasan Kartasura. Pedagang kaki lima dan pelaku UMKM diproyeksikan akan memenuhi area sekitar masjid, terutama saat jam salat dan hari besar keagamaan.
Beberapa warga yang ditemui menyambut positif proyek ini. Mereka berharap lahan eks terminal yang dulu terkesan kumuh kini bisa menjadi ikon baru Sukoharjo bagian utara.
Pemerintah daerah juga berencana menata ulang trotoar dan akses jalan di sekitar masjid agar pejalan kaki nyaman. Rencana detailnya masih dalam pembahasan lanjutan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.