SEMARANG — Kota Semarang tak hanya menjadi panggung kompetisi tilawah dan tahfidz tingkat nasional. Di balik gelaran MTQ Nasional XXXI, Pemerintah Kota menyiapkan atraksi tambahan berupa tur religi yang menyusuri jejak sejarah Islam di wilayah pesisir utara Jawa.
MTQ Nasional XXXI akan memanfaatkan empat lokasi utama yang tersebar di penjuru kota. Masjid Baiturrahman yang terletak di pusat kota menjadi salah satu ikon utama, berarsitektur perpaduan Jawa dan Timur Tengah. Selain itu, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, dan Kampus UIN Walisongo juga akan digunakan sebagai arena perlombaan.
Keempat venue itu akan dihubungkan dalam satu paket tur khusus. Rutenya dirancang agar peserta dan pengunjung bisa menikmati arsitektur bangunan bersejarah tanpa harus meninggalkan lokasi perlombaan.
Konsep heritage tour religi ini tidak sekadar jalan-jalan. Pemerintah Kota ingin menyoroti peran Semarang sebagai salah satu pusat dakwah di Jawa pasca-era Walisongo. Beberapa titik di sekitar Masjid Baiturrahman, misalnya, menyimpan cerita tentang para ulama dan saudagar Arab yang singgah di pelabuhan tua.
“Kami ingin peserta MTQ tidak hanya berlomba, tetapi juga merasakan atmosfer sejarah Islam di Semarang. Ini pengalaman yang tidak bisa didapatkan di kota lain,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, yang dikutip dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu.
Gelaran MTQ Nasional diperkirakan akan mendatangkan ribuan peserta dan official dari seluruh provinsi. Hal ini langsung berdampak pada tingkat okupansi hotel di Semarang yang sudah mulai meningkat sejak H-7 acara. Pelaku UMKM di sekitar venue juga kebanjiran pesanan suvenir bertema Islami dan kuliner khas Semarang seperti lumpia dan wingko babat.
Pemerintah Kota mengimbau para pedagang untuk menyiapkan stok lebih banyak selama sepekan ke depan. Pihaknya juga menyiapkan posko informasi di setiap venue untuk membantu pengunjung yang ingin mengikuti tur religi.
Hingga saat ini, jadwal pasti pelaksanaan MTQ Nasional XXXI masih dalam tahap finalisasi oleh panitia pusat. Namun, Pemkot Semarang memastikan bahwa seluruh venue sudah siap digunakan. Rute heritage tour akan diumumkan bersamaan dengan jadwal resmi perlombaan.
Bagi warga Semarang dan sekitarnya, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sisi religius kota yang dikenal dengan julukan Kota Atlas. Tur ini direncanakan gratis dan terbuka untuk umum, dengan kuota terbatas per hari.