Puluhan Mobil Antik dari Era 1920-an hingga 1960-an Meriahkan Pameran Nostalgia di Benteng Pendem Ambarawa

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 14:23:21 WIB
Puluhan mobil antik dari era 1920-an hingga 1960-an dipamerkan di Benteng Pendem Ambarawa.

AMBARAWA — Bukan sekadar pameran kendaraan, gelaran mobil antik di Benteng Pendem Ambarawa pekan lalu menjadi ajang nostalgia dan apresiasi terhadap sejarah otomotif. Puluhan unit mobil lawas dari berbagai era berjejer rapi di area benteng bersejarah tersebut, menarik perhatian para kolektor dan warga yang penasaran.

Yang menjadi primadona di antaranya Austin 7 keluaran 1928, Opel dan Opel Kadett tahun 1938, serta Chevrolet C10 produksi 1960. Cat yang mengilap dan kondisi mesin yang prima membuktikan perawatan serius para pemiliknya selama bertahun-tahun.

Mengapa Pameran Ini Lebih dari Sekadar Pajangan Mobil Tua?

Bagi para pengunjung, setiap kendaraan menyimpan cerita. Sebuah Austin 7 misalnya, menjadi saksi bisu perkembangan industri otomotif global sejak hampir satu abad lalu. Sementara Opel Kadett 1938 mengingatkan pada era sebelum Perang Dunia II, ketika desain mobil mulai bergeser ke bentuk yang lebih aerodinamis.

Pameran ini juga menjadi ruang bertukar pengetahuan antar kolektor. Mereka saling berbagi suku cadang langka dan teknik restorasi yang membuat mobil-mobil ini tetap bisa dioperasikan hingga kini.

Dari Austin 7 Hingga Chevrolet C10: Deretan Mobil yang Mencuri Perhatian

Beberapa model yang paling banyak difoto pengunjung antara lain:

  • Austin 7 (1928) — mobil kecil asal Inggris yang legendaris karena menjadi cikal bakal mobil rakyat di Eropa.
  • Opel Kadett (1938) — mewakili era sebelum perang dengan desain klasik khas Jerman.
  • Chevrolet C10 (1960) — pikap ikonik Amerika yang tetap gagah dengan cat krom yang mengilap.

Setiap mobil dipajang dengan latar belakang Benteng Pendem, benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada abad ke-19. Kombinasi bangunan tua dan mobil antik menciptakan atmosfer yang sulit ditemukan di tempat lain.

Perawatan Puluhan Tahun, Bukan Sekadar Hobi Biasa

Kondisi prima kendaraan-kendaraan tersebut bukanlah hasil kerja semalam. Para pemilik mengaku merawat mobil-mobil ini selama puluhan tahun, mencari suku cadang hingga ke luar negeri, dan mengerjakan restorasi secara manual.

“Ini bukan sekadar koleksi. Setiap goresan cat dan suara mesin adalah sejarah yang harus dijaga,” ujar salah satu kolektor yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa pameran semacam ini penting untuk mengenalkan sejarah otomotif kepada generasi muda.

Harapan ke Depan: Lebih Banyak Ruang Apresiasi Sejarah Otomotif

Para kolektor berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar, tidak hanya di Ambarawa tetapi juga di kota-kota lain di Jawa Tengah. Dengan begitu, apresiasi terhadap kendaraan bersejarah tidak hanya milik segelintir orang, tetapi bisa dinikmati masyarakat luas.

Benteng Pendem sendiri telah lama menjadi ikon wisata sejarah di Ambarawa. Dengan adanya pameran mobil antik, kawasan ini semakin kaya akan daya tarik, mengundang lebih banyak pengunjung untuk datang dan bernostalgia.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top