SEMARANG — Suasana riang memenuhi sebuah bioskop di Semarang saat puluhan anak yatim dari Panti Asuhan At Taqwa Meteseh diajak menonton film Children of Heaven. Mereka duduk rapi, mata berbinar menatap layar lebar yang menampilkan kisah dua kakak-beradik dari keluarga sederhana di Iran.
Film Children of Heaven bukan sekadar tontonan. Kisah tentang Ali dan Zahra yang harus berbagi sepasang sepatu usang mengajarkan arti perjuangan, kejujuran, dan keteguhan hati. Wali Kota Agustina sengaja memilih film ini agar anak-anak panti asuhan mendapat suntikan motivasi.
"Lewat film ini, anak-anak bisa belajar bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi besar," ujar Agustina di sela acara, Sabtu (12/4).
Sebanyak 96 anak yatim dari Panti Asuhan At Taqwa Meteseh menjadi peserta nonton bareng kali ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, sebagian besar telah kehilangan orang tua atau berasal dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial Pemkot Semarang yang rutin digelar setiap bulan Ramadan. Selain nobar, anak-anak juga mendapat paket sembako dan santunan.
Agustina menambahkan bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya soal hiburan. Menurutnya, menonton film bersama bisa menjadi momen refleksi dan penguatan mental bagi anak-anak yang sehari-hari hidup di panti.
"Mereka butuh pengalaman baru, butuh melihat dunia di luar panti. Film ini memberi mereka perspektif bahwa kesulitan bisa dihadapi dengan kerja keras dan doa," kata Agustina.
Salah satu pengurus panti, Nurhayati, mengaku anak-anak sangat antusias sejak diumumkan akan diajak ke bioskop. "Mereka sudah heboh sejak pagi. Ada yang baru pertama kali ke bioskop. Ini pengalaman yang tak terlupakan," katanya.
Nurhayati berharap kegiatan serupa bisa diadakan lebih sering, tidak hanya saat Ramadan. "Anak-anak butuh hiburan yang mendidik. Ini sangat baik untuk perkembangan mereka," ujarnya.
Ke depan, Pemkot Semarang berencana memperluas program serupa dengan menggandeng lebih banyak panti asuhan dan komunitas. Agustina ingin kegiatan nobar inspiratif ini menjadi agenda rutin, bukan hanya momentum tahunan.
"Kami ingin anak-anak panti merasa diperhatikan. Mereka bagian dari warga Semarang yang harus mendapat kesempatan yang sama untuk bahagia dan bermimpi," pungkas Agustina.