JAWA TENGAH — Samsung Electronics mengumumkan pembaruan firmware besar untuk Galaxy XR yang membawa kapabilitas enterprise resmi. Lewat pembaruan ini, Android XR—sistem operasi yang digunakan Galaxy XR—kini mendukung Android Enterprise, framework manajemen perangkat yang sudah dipakai di jutaan perangkat Android. Samsung juga menjanjikan pembaruan software rutin, termasuk patch keamanan, hingga lima tahun ke depan.
Dengan dukungan Android Enterprise, Galaxy XR bisa diatur sebagai fully managed device maupun dedicated device. Artinya, organisasi punya kontrol penuh terhadap headset yang dipakai dalam operasional perusahaan.
Proses pendaftaran perangkat juga dipermudah. IT admin bisa menggunakan zero-touch enrollment, QR code, atau Device Policy Controller (DPC) identifier untuk deployment skala besar sejak hari pertama. Manajemen aplikasi dilakukan lewat Managed Google Play dan direct installation, sehingga distribusi serta pembaruan aplikasi XR berjalan lebih efisien.
Fitur keamanan standar enterprise turut disertakan: pengaturan kebijakan password, konfigurasi jaringan, pembatasan perangkat, hingga remote lock atau wipe. Perlindungan di level hardware juga disematkan untuk memenuhi standar kepatuhan data sensitif perusahaan.
Langkah ini membuka peluang adopsi XR di sektor industri yang selama ini ragu karena masalah keamanan dan skalabilitas. Dengan fondasi manajemen yang terstandarisasi, perusahaan di bidang pelatihan, manufaktur, layanan kesehatan, dan ritel bisa menerapkan perangkat XR tanpa khawatir soal kontrol data.
“Visi kami terhadap XR melampaui sekadar hardware, kami ingin membangun ekosistem yang aman, scalable, dan terus berkembang berdasarkan kebutuhan pengguna,” ujar James Choi, EVP and Head of XR R&D Team, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics. Ia menambahkan bahwa berbagai use case nyata mulai dari pekerjaan, eksplorasi, hingga hiburan turut membentuk arah pengembangan perangkat.
David Still, VP in charge of Product & Engineering, Android Enterprise di Google, menyebut ekspansi Android Enterprise ke Android XR sebagai langkah membawa framework keamanan yang sudah terpercaya ke era spatial computing. “Fondasi yang terstandarisasi ini menjadi hal yang dibutuhkan organisasi untuk mengamankan dan memperluas deployment XR dengan lebih percaya diri,” ujarnya.
Selain fitur enterprise, pembaruan ini juga membawa sejumlah peningkatan untuk pengalaman harian. Posisi virtual keyboard kini bisa disimpan sesuai preferensi tinggi dan kedalaman tampilan pengguna.
Fitur desktop session restore secara otomatis membuka kembali hingga tiga aplikasi terakhir beserta tata letaknya setelah perangkat dinyalakan ulang. Ini memungkinkan pengguna langsung melanjutkan pekerjaan atau hiburan tanpa harus mengatur ulang.
Pembaruan ini menegaskan posisi Galaxy XR sebagai perangkat yang tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga siap digunakan di lingkungan korporasi. Bagi perusahaan yang mulai melirik teknologi XR untuk pelatihan atau operasional, dukungan Android Enterprise di Galaxy XR bisa menjadi pertimbangan serius.