TEMANGGUNG — Polres Temanggung mengidentifikasi empat korban tewas yang ditemukan di dalam tenda camping di kawasan wisata Gunung Prau, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Keempat korban merupakan satu keluarga yang datang dari Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Kapolres Temanggung AKBP Hendy Sumitro mengonfirmasi bahwa korban adalah Agus Prayitno (42), istrinya Dewi Sartika (38), serta dua anak mereka, Raka (10) dan Sinta (7). Keempatnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam tenda berukuran 4x6 meter yang mereka dirikan di area perkemahan.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kami menduga penyebab kematian akibat menghirup gas karbon monoksida dari alat pemanas portabel yang mereka gunakan di dalam tenda,” ujar Hendy dalam keterangan pers di Temanggung, Kamis (28/5).
Peristiwa terbongkar setelah sesama pengunjung camping mencium aroma gas menyengat dari tenda korban sejak Rabu pagi. Karena tidak ada respons saat dipanggil, pengelola lokasi bersama beberapa pengunjung lain memeriksa tenda pada sore hari dan menemukan keempat korban sudah tidak bernyawa.
Petugas dari Polsek Bansari tiba di lokasi pukul 16.30 WIB dan langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Bansari. Seluruh korban kemudian dibawa ke RSUD Temanggung untuk proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya penggunaan alat pemanas berbahan bakar gas atau arang di dalam tenda yang minim ventilasi. Karbon monoksida adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam jika terhirup dalam konsentrasi tinggi di ruang tertutup.
Pihak kepolisian mengimbau para wisatawan yang berkemah di kawasan pegunungan untuk tidak menggunakan pemanas portabel di dalam tenda, terutama saat cuaca dingin. “Pastikan sirkulasi udara tetap lancar dan hindari menyalakan api atau alat pembakar di dalam tenda,” tambah Hendy.
Keluarga korban dari Ambarawa tiba di RSUD Temanggung pada Kamis dini hari untuk memproses pemulangan jenazah. Salah satu kerabat, Budi Santoso, mengatakan bahwa Agus dan keluarganya memang kerap menghabiskan waktu liburan dengan berkemah. “Mereka biasa camping, tapi kali ini tidak pernah menyangka akan seperti ini,” ujarnya singkat.
Jenazah keempat korban rencananya akan dibawa ke Ambarawa untuk dimakamkan di pemakaman keluarga pada Kamis siang. Polres Temanggung masih mendalami penyebab pasti kematian dan memeriksa alat pemanas yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti.