BPBD Boyolali Pastikan Belum Ada Laporan Kekeringan, Hujan Masih Turun di Masa Pancaroba Hingga Akhir Mei 2026

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 14:06:01 WIB
BPBD Boyolali pastikan belum ada laporan kekeringan hingga akhir Mei 2026.

BOYOLALI — BPBD Boyolali menyatakan bahwa hingga akhir Mei 2026, belum ada satu pun laporan kekeringan yang masuk ke instansi tersebut. Tidak ada pula permohonan distribusi air bersih dari warga di berbagai kecamatan.

Kepala BPBD Boyolali menjelaskan bahwa situasi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika kekeringan biasanya sudah mulai dilaporkan pada bulan yang sama. "Hujan masih turun di masa pancaroba, sehingga kondisi wilayah masih relatif aman," ujarnya.

Mengapa Kekeringan Belum Terjadi?

Faktor utama yang membuat Boyolali masih aman dari kekeringan adalah curah hujan yang masih cukup merata. Meskipun secara kalender sudah memasuki musim kemarau, transisi cuaca atau pancaroba membuat hujan masih turun secara sporadis di beberapa titik.

Kondisi ini dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan air di sumur-sumur warga dan embung-embung desa. BPBD Boyolali mengakui bahwa situasi ini sedikit di luar pola biasa, namun tetap diwaspadai.

Apa Langkah Antisipasi BPBD?

Meski belum ada laporan, BPBD Boyolali tetap menyiagakan armada tangki air bersih. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan jika permintaan distribusi air mulai masuk dalam beberapa pekan ke depan.

Pihak BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memantau debit air di sumber-sumber utama. Jika hujan mulai jarang turun, distribusi air bersih bisa segera dilakukan tanpa perlu menunggu laporan darurat.

Warga Diimbau Tetap Hemat Air

BPBD Boyolali mengimbau warga untuk tetap bijak menggunakan air bersih meskipun kondisi saat ini masih tergolong aman. Kebiasaan menampung air hujan dan memanfaatkan embung desa secara kolektif dinilai bisa menjadi cadangan saat kemarau benar-benar tiba.

Kewaspadaan dini ini penting mengingat pola cuaca yang tidak menentu. Beberapa wilayah di Jawa Tengah lainnya sudah mulai melaporkan tanda-tanda kekeringan, meski Boyolali untuk sementara masih terhindar.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top