WONOGIRI — Gerai KDKMP yang sempat menjadi perhatian publik setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Wonogiri ternyata masih tutup hingga saat ini. Warga yang berharap bisa membeli minyak goreng dan bahan pangan murah dari gerai tersebut justru mendapati pintu masih terkunci.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Wonogiri, Sunardi, menyebutkan bahwa proses persiapan operasional gerai masih berjalan. "Masih ada beberapa sarana prasarana yang perlu dilengkapi. Selain itu, petugas yang akan menjaga gerai juga masih dalam proses pelatihan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (11/2/2025).
Menurut Sunardi, gerai KDKMP di Wonogiri sebenarnya sudah menerima pasokan awal minyak goreng dan beberapa komoditas pangan. Namun, tanpa sarana penyimpanan yang memadai dan petugas yang terlatih, pihaknya tidak mau mengambil risiko membuka gerai sebelum semuanya siap.
Gerai KDKMP dirancang sebagai tempat masyarakat desa bisa membeli minyak goreng dengan harga di bawah pasar, serta bahan pokok lainnya seperti beras dan gula pasir. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di tingkat desa.
Pembelian di gerai ini dibatasi untuk warga desa setempat yang terdaftar. Tujuannya agar subsidi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum pengecer. "Nantinya setiap pembeli akan menunjukkan kartu identitas atau kartu keluarga," tambah Sunardi.
Sejumlah warga di Kecamatan Wonogiri mengaku sudah mendengar kabar peresmian gerai tersebut. "Katanya sudah diresmikan presiden, tapi kok masih tutup? Padahal kami butuh minyak goreng murah," ujar Siti, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Giriwono.
Dinas berjanji akan mempercepat proses penyelesaian sarana prasarana dan pelatihan. "Kami targetkan dalam waktu dekat gerai sudah bisa beroperasi. Mohon kesabaran warga," kata Sunardi.
Belum ada kepastian tanggal pasti pembukaan gerai KDKMP di Wonogiri. Dinas masih menunggu seluruh persiapan rampung sebelum memberikan pengumuman resmi ke masyarakat.