SEMARANG — Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye bertajuk “Next Gen Leader” yang bertujuan mendorong kesetaraan gender di kalangan generasi muda. Kegiatan ini menyasar mahasiswa dan pelajar di sejumlah kampus serta komunitas di Kota Semarang.
Para penggagas program menilai bahwa pemahaman tentang kesetaraan gender masih timpang di kalangan anak muda. Banyak yang menganggap kepemimpinan hanya cocok untuk laki-laki, padahal data menunjukkan perempuan memiliki kapasitas yang setara.
“Kami ingin membongkar mitos bahwa pemimpin harus maskulin. Lewat Next Gen Leader, kami mengajak teman-teman untuk melihat potensi tanpa memandang jenis kelamin,” ujar koordinator kegiatan dalam keterangannya, Senin lalu.
Rangkaian acara “Next Gen Leader” meliputi diskusi panel, lokakarya kepemimpinan, dan kampanye media sosial. Para mahasiswa juga turun ke lapangan untuk berdialog dengan warga di beberapa kelurahan di Semarang.
Dalam diskusi panel, pembicara dari akademisi dan aktivis perempuan membahas tentang representasi gender di dunia kerja serta pentingnya afirmasi bagi perempuan di posisi strategis. Sesi ini mendapat respons positif dari peserta yang mayoritas adalah mahasiswa tingkat akhir.
Program ini tidak berhenti pada satu kali acara. Panitia merencanakan pendampingan berkelanjutan bagi para peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin gerakan ini terus hidup. Bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar mengubah cara pandang tentang kepemimpinan yang inklusif,” tambahnya.
Kampanye “Next Gen Leader” dijadwalkan berlangsung hingga akhir bulan ini dengan melibatkan lebih dari 50 mahasiswa dari berbagai fakultas di USM. Dukungan juga datang dari Lembaga Kemahasiswaan dan beberapa organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu gender di Jawa Tengah.