SEMARANG — Perahu rakitan dari drum plastik biru itu masih terombang-ambing di permukaan air saat warga sekitar menemukan sesosok tubuh mengambang tak jauh dari lokasi. Korban, seorang pria paruh baya, diketahui merupakan warga Kelurahan Terboyo Kulon yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan di perairan tersebut.
Kapolsek Genuk, Kompol Agus Triyono, membenarkan kejadian nahas itu. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban berangkat melaut seorang diri sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan perahu rakitan yang terbuat dari dua drum plastik besar yang diikat dengan papan kayu.
"Saksi melihat perahu korban oleng saat korban hendak menebar jaring. Diduga korban kehilangan keseimbangan dan terpeleset ke laut," ujar Kompol Agus kepada wartawan, Senin sore.
Warga yang curiga karena perahu melintang tanpa awak segera mendekat dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kota Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Perahu rakitan berbahan dasar drum plastik memang kerap digunakan oleh nelayan kecil di pesisir Semarang lantaran biaya pembuatannya yang murah. Namun, stabilitas perahu jenis ini sangat rendah, terutama jika digunakan di perairan terbuka dengan gelombang sedang.
Seorang nelayan setempat, Sardi (45), mengaku sudah beberapa kali melihat rekan-rekannya nyaris celaka saat menggunakan perahu serupa. "Kalau terkena ombak sedikit saja, perahunya goyang keras. Apalagi kalau sambil berdiri," katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pencari ikan di kawasan pesisir untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan penggunaan alat tangkap yang lebih aman.
Polsek Genuk masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun, dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga yang menerima kabar duka langsung berdatangan ke RSUD Kota Semarang untuk mengurus proses pemakaman.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut yang melibatkan nelayan kecil di pesisir utara Jawa. Minimnya akses terhadap perahu yang layak laut kerap memaksa mereka mengandalkan peralatan seadanya, yang berujung pada risiko fatal.